Meneguhkan Pembelajarn PAI Sekolah Dasar dengan Kooperatif Tipe STAD

Oleh: Laili Arfiyati, S.Pd.I.
Guru PAI SDN 01 Limbangan, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

BELAJAR dapat diartikan sebagai suatu proses seseorang dalam memperoleh pengetahuan, pengertian, keterampilan, sikap atau nilai, yang biasanya diikuti oleh perubahan tingkah laku. Proses belajar di kelas dapat berlangsung dengan optimal jika proses belajar didesain melalui prosedur yang sistemik. Adapun desain pembelajaran tersebut meliputi beberapa komponen. Di antaranya tujuan, materi, metode dan evaluasi. Keempat komponen tersebut saling berhubungan. Sehingga apabila seorang guru dapat menerapkan dan menguasai metode pembelajaran yang sesuai dengan materi belajar, maka proses belajar akan berjalan dengan baik.

Selamat Idulfitri 2024

Ruang lingkup materi PAI meliputi beberapa unsur pokok. Antara lain Al-Quran, keimanan, akhlak, fiqih, dan bimbingan ibadah, serta tarikh/sejarah yang lebih menekankan pada perkembangan ajaran agama, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Salah satu mata pelajaran di atas adalah terkait dengan pengenalan sifat-sifat wajib bagi Allah SWT. Materi PAI yang terkait dengan sifat-sifat wajib bagi Allah SWT disajikan di kelas adalah materi Menyebutkan Sifat Wajib bagi Allah SWT dan Mengartikan Sifat Wajib bagi Allah SWT. Dalam pembelajaran ini, ditemukan siswa yang masih mengalami kesulitan.

Pendidikan agama bukan saja menekankan penguasaan materi (IQ) semata. Namun yang lebih penting adalah menanamkan aspek kecerdasan spiritual (SQ) dan kecerdasan emosional (EQ) secara simultan. Guru Pendidikan Agama harus mampu merumuskan strategi dan model pembelajaran yang efektif. Sehingga mampu membentuk kesalihan individu maupun sosial.

Salah satu model pembelajaran untuk mengangkat pembelajaran PAI adalah STAD. Yakni salah satu metode pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan pendekatan yang dikembangkan untuk melibatkan siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran.

Menurut Slavin (2010), ada lima langkah utama di dalam pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran STAD. Yaitu penyajian kelas, tahapan kegiatan belajar kelompok, tahapan menguji kinerja individu, penskoran peningkatan individu, dan tahapan mengukur kinerja kelompok. STAD terbagi menjadi beberapa komponen. Di antaranya adanya guru sebagai penyaji materi dan fasilitator, adanya bahan ajar. Kemudian adanya siswa yang dikelompokkan, beranggotakan empat sampai lima orang dari beragam kemampuan, jenis kelamin dan suku. Lalu tujuan pembelajaran yang ingin dicapai secara individu dan kelompok. Sehingga terbangun kerjasama yang baik dalam semua kelompok dan siswa saling berkompetisi guna mendapat hadiah kelompoknya.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut. Pertama, penyampaian tujuan dan motivasi. Kedua, pembagian kelompok. Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok dimana setiap kelompok beranggotakan empat hingga lima siswa dengan mempertimbangkan haterogenitas kelas. Yakni dalam prestasi akademik, gender, rasa, atau etnik.

Ketiga, presentasi dari guru. Guru menyampaikan materi pelajaran dengan terlebih dahulu menjelaskan tujuan pelajaran yang ingin serta pentingnya pokok bahasan tersebut. Guru memotivasi siswa, agar dapat belajar secara aktif dan efisien. Guru dibantu oleh media pembelajaran dalam menjawab pertanyaan atau masalah yang nyata dalam kehidupan.

Keempat, kegiatan belajar dalam tim (kerja tim). Siswa belajar dalam kelompok yang telah dibentuk. Kemudian guru menyiapkan lembar kerja sebagai pedoman bagi kerja kelompok. Sehingga semua anggota menguasai dan masing-masing memberi kontribusi. Selama kerja kelompok ini guru melaukan pengamatan, membimbing, mendorong, dan membantu bila diperlukan.

Kelima, kuis (evaluasi). Guru mengevaluasi hasil belajar melalui pemberian kuis tentang materi yang di pelajari dan melakukan penilaian terhadap presentasi hasil kerja masing-masing kelompok. Siswa diberikan kursi secara individual. Ini dilakukan untuk menjamin agar siswa secara individu bertanggung jawab kepada diri sendiri dalam memahami bahan ajar tersebut. (*)