Kudus  

Hartopo Dorong Wisata Budaya Jadi Ikon

LESTRARIKAN: Bupati Kudus HM Hartopo menerima kendi yang berisi air dari berbagai wilayah di Kudus. Penyerahan ini sebagai rangkaian Ta'sis Menara atau Hari Jadi Menara Kudus ke-488 dan 'nguri-uri' budaya setempat, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

“Gelaran ini bisa menjadi ikon wisata di Kudus, yang tentunya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Serta, membangkitkan kebanggaan warga Kudus akan budaya dan adat istiadat,”
Bupati Kudus HM Hartopo.

KUDUS, Joglo Jateng – Pasca pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kudus kini sedang menaikkan minat kunjungan wisatawan untuk datang ke daerah yang memiliki beragam tempat wisata ini. Berbagai cara dilakukan untuk menggeliatkan daya tarik wisata di Kota Kretek.

Meskipun wilayahnya tidak luas, Kudus sendiri memiliki banyak wisata yang ada di dalamnya. Seperti wisata alam, kuliner, edukasi, museum, hingga wisata budaya dan adat istiadat ada di Kudus.

Baca juga:  MI NU Baitul Mukminin dan SD 4 Jekulo Raih Juara Umum Lomba Atletik

Salah satu gelaran wisata budaya yang ada di Kudus, seperti Ta’sis Menara Kudus ke-488 yang digelar belum lama ini. Gelaran ini merupakan momentum untuk ngalap berkah perjuangan panjang Sunan Kudus dalam mensyiarkan Islam.

Bupati Kudus HM Hartopo menyampaikan apresiasinya atas gelaran tersebut. Lantaran, napak tilas perjuangan Syekh Ja’far Shodiq harus dilestarikan dan dibumikan.

“Dengan adanya gelaran yang dilakukan tahunan tersebut, dapat mempererat tali silaturahmi. Sekaligus, harapannya dapat dilestarikan di Kudus,” ucapnya.

BUDAYA: Salah satu peserta kirab punden dan belik dalam rangka Jadi Menara Kudus ke-488 melintas di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (5/2).

Pihaknya juga mengharapkan, acara yang meriah tersebut dapat digelar tiap tahunnya. Sekaligus, bisa semakin meriah dan mampu membangkitkan kebanggaan masyarakat Kudus.

Baca juga:  10 Caleg Terpilih di Kudus Terancam Gagal Dilantik, LHKPN Belum Disampaikan!

“Gelaran ini bisa menjadi ikon wisata di Kudus, yang tentunya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Serta, membangkitkan kebanggaan warga Kudus akan budaya dan adat istiadat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Kirab Punden dan Belik, Abdul Jalil menjelaskan, peringatan Ta’sis Menara Kudus akan menjadi agenda tahunan. Selain itu, juga ada gelaran Buka Luwur yang digelar tiap bulan Muharram.

“Ta’sis ini merupakan proses berdirinya Menara Kudus. Yang ditujukan melalui artefak candra sengkala yang ada di dalam masjid, dan disimpulkan jatuh pada 19 Rajab tahun 956 Hijriah,” ujarnya. (sam/fat)