Kooperatif Tipe NHT Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Oleh: Wiwit Ardiyanto, S.Pd.SD.
Guru SDN 01 Petanjungan, Kec. Petarukan, Kab. Pemalang

PENDIDIKAN merupakan tonggak penting bagi kemajuan bangsa dan negara. Majunya pendidikan berbanding lurus dengan tingkat kemakmuran masyarakat. Usaha pendidikan dipengaruhi oleh unsur-unsur sosio-kultural agama, ilmu dan teknologi, serta ekonomi. Usaha pendidikan merupakan kegiatan yang kompleks. Meliputi berbagai komponen yang berkaitan secara fungsional satu sama lain.

Secara umum, bahasa Indonesia sangat penting perannya dalam pembelajaran di sekolah, karena merupakan bahasa resmi negara. Dalam mengembangkan prosedur-prosedur bagi pembelajaran bahasa Indonesia, terdapat empat keterampilan berbahasa. Yaitu menyimak, membaca, berbicara, dan menulis.

Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar merupakan pembelajaran yang utama. Karena dengan bahasa, siswa dapat menimba ilmu pengetahuan, teknologi, seni, serta informasi yang ditularkan dari pendidik. Dengan kata lain pembelajaran bahasa Indonesia merupakan fondasi bagi kelas rendah menuju ke tingkat berikutnya.

Guru dituntut untuk kreatif, profesional, dan menyenangkan untuk memiliki kemampuan mengembangkan dan memilih metode pembelajaran yang efektif. Gerlach dan Erly (dalam Sri Anitah WIryawan, 19991:2) menjelaskan, metode adalah jalan atau alat (way or means) yang digunakan guru untuk mengarahkan kegiatan siswa ke arah tujuan yang ingin dicapai.

Oleh karena itu, guru kelas III SD Negeri 01 Petanjungan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang menerapkan pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together (NHT). NHT atau penomoran berfikir bersama adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik. Di samping itu juga sebagai alternatif terhadap struktural kelas tradisional.

NHT pertama kali dikembangkan oleh Spenser Kagen (1993) untuk melibatkan lebih banyak peserta didik dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran. Kemudian mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut (Trianto, 2017). Dalam pengertian lain NHT adalah metode belajar dengan cara setiap peserta didik diberi nomor dan dibuat suatu kelompok. Kemudian secara acak, guru memanggil nomor dari peserta didik (Hamdani, 2011).

Ada enam tahap pembelajaran NHT. Pertama, pembagian kelompok dan penomoran. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok, dengan tiga hingga lima orang dan setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1 sampai 5. Kedua, mengajukan pertanyaan. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. Ketiga, berfikir. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.

Keempat, menjawab. Guru memanggil satu nomor tertentu. Kemudian peserta didik yang nomornya sesuai mengacungkan tangan dan melaporkan hasil kerjasama kelompok mereka. Kelima, tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain. Keenam, kesimpulan. Guru membuat kesimpulan dari hasil presentasi dan tanggapan tersebut.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat membuat siswa menjadi lebih bersemangat, tidak mudah bosan. Kemudian membangun kerja sama dalam tim antar peserta didik, proses pembelajaran menjadi lebih efektif, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (*)