Jepara  

Tak Taati Prosedur, Juru Parkir di Jepara Terancam Dipecat

ATUR: Salah satu juru parkir di Pasar 2 Jepara tampak sedang melayani salah satu customer, kemarin. Pemkab Jepara tegas akan menindak juru parker yang tidak menjalankan tugas sesuai SOP. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Sebanyak 270 juru parkir di Kabupaten Jepara terancam dipecat. Hal itu, terjadi jika mereka tidak mentaati standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Seperti seragam, karcis dan membantu customer parkir.

Pada pengarahan juru parkir, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara mensosialisasikan SOP kepada juru parkir. Menurut Kepala Dishub Jepara, Sutrisno menyampaikan, agar tukang parkir tertib dalam melayani masyarakat.

“Kita harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Jepara khususnya pengguna jalan. Termasuk ketika parkir di bahu jalan,” papar Sutrisno kepada Joglo Jateng, Selasa (14/2/23).

Baca juga:  Musim Hujan, Harga Garam Mulai Naik

Selama ini, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat atas pelayanan tukang parkir yang kurang memuaskan. Karena mereka tidak mentaati SOP yang berlaku. Oleh sebab itu, ia akan mengawasi 270 tukang parkir di Jepara. Apabila terbukti melanggar, akan ditindak secara tegas berupa pemecatan.

“Pelanggaran ada bermacam-macam. Mulai dari tidak memakai seragam, tidak diberikan karcis, atau menarik di atas ketentuan, sampai customer yang tidak terlayani. Ini merupakan pelanggaran, dan terancam dilakukan pemecatan,” tegasnya.

Di sisi lain, target Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dari retribusi parkir, pada 2022 yang semula Rp 1,8 miliar pada 2023 naik menjadi Rp 2 miliar. Hal itu, dikarenakan setoran dari retribusi parkir tidak memenuhi APBD. Dari yang ditargetkan Rp 1,8 miliar, hanya terpenuhi sebesar Rp 1,2 miliar.

Baca juga:  KPU Jepara Segera Distribusikan Logistik Pemilu 2024

Menurutnya, kegiatan pengarahan juru parkir selain untuk memenuhi kebutuhan pelayanan yang maksimal, juga diharapkan peroleh pendapatan daerah sebagaimana target yang ditentukan. “Semoga saja, ini bentuk ikhtiar kita dalam mendidik juru parkir agar sesuai dengan prosedur. Kemudian, juga dapat memenuhi target,” pungkasnya. (cr2/fat)