Model Pembelajaran Kontekstual untuk Pelajaran PPKn di Kelas I SD

Oleh: Karsini, S.Pd.SD
Guru SDN Kebandungan, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang

PEMERINTAH melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) telah memulai revolusi pendidikan sejak 2019 lalu. Baik di tingkat dasar, menengah, dan tinggi. Konsep yang diusung dalam revolusi pendidikan ini adalah Merdeka Belajar. Merdeka Belajar dilaksanakan disemua aspek pendidikan formal.

Selamat Idulfitri 2024

Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini, perlu ditanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik sejak dini. Yaitu agar mereka tidak terdampak negatif perkembangan teknologi tersebut. Kebutuhan akan pendidikan kewarganegaran amat penting bagi perkembangan pendidikan yang bermoral di Indonesia.

Karakteristik pendidikan pancasila dan kewarganegaraan yaitu civic knowledge (CK), pengetahuan Pancasila dan kewarganegaraan, civic disposition (CD). Kemudian sikap kewarganegaraan berbasis Pancasila, civic skill (CS), serta ketrampilan kewarganegaraan berbasis Pancasila.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Pendidikan Pancasila berorientasi pada pengetahuan sikap dan wawasan kebangsaan dan pembentukan karakter melalui penanaman nilai moral dan kewarganegaraan. Sehingga pendidikan Pancasila menekankan keseimbangan aspek sikap dan perilaku dan pengetahuan (Salindia Juriah, 2020).

Sesuai dengan karakteristik mata pelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan tersebut, maka pembelajaran yang lebih mengedepankan untuk membangun aspek afektif atau ketrampilan sikap ini, diperlukan pendekatan kontekstual menjadi model pembelajarannya. Karena pendekatan kontekstual mengaitkan antara materi dengan situasi dunia nyata peserta didik. Hal tersebut menyeimbangkan hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

Menurut Suherman, pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang diawali dengan mencontoh kejadian di dunia nyata yang dialami peserta didik. Lalu diangkat menjadi pembahasan konsep yang diajarkan. Sedangkan tujuan pembelajaran kontekstual antara lain meningkatkan ketertarikan peserta didik untuk senantiasa belajar. Sehingga mereka bisa mendapatkan pengetahuan yang bersifat fleksibel dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan karakteristik Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada CK dan CD.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada jenjang pendidikan dasar memiliki tantangan tersendiri. Terutama aspek penguatan sikap dan karakter yang memiliki proporsi jauh lebih banyak, bila dibandingkan dengan kompetensi pengetahuan dan keterampilan.

Penerapan model pembelajaran kontekstual di kelas I SD mata pelajaran PPKn dapat diaplikasikan pada konsep aturan di rumah. Salah satunya dalam aturan sebelum makan. Caranya dengan mengarahkan peserta didik untuk membawa bekal dari rumah. Lalu di sekolah, sebelum bekal dimakan, guru terlebih dahulu menjelaskan aturan sebelum makan. Yaitu cuci tangan pakai sabun, duduk dengan tenang, berdoa sebelum makan, makan tidak boleh berbicara, dan makan dengan hati-hati/tidak tergesa-gesa. Setelah penjelasan aturan sebelum makan, baru praktik makan bersama dan menerapkan aturan makan yang baru saja dipelajari. Kemudian setelah sampai di rumah, peserta didik diharapkan dapat menerapkan ilmu yang baru diperoleh di sekolah.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Diharapkan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah dapat diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Baik dirumah, sekolah, maupun masyarakat. Dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual, pembelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaran di kelas I sekolah dasar akan menjadi efektif. Lantaran berpijak pada realitas yang ada. (*)