Peduli Potensi UMKM, Tim KKN UIN Walinsongo Adakan Seminar dan Pendampingan Sertifikasi Produk Halal

SUKSES: Mahasiswa KKN MIT-15 UIN Walisongo posko 5 usai menggelar seminar dan pendampingan sertifikasi halal untuk mendukung para pelaku UMKM, di balai Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jumat (10/02). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN MIT-15 UIN Walisongo posko 5 menggelar seminar dan pendampingan sertifikasi halal untuk mendukung para pelaku UMKM. Kegiatan berlangsung di balai Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jumat (10/02).

Bentuk pengabdian ini dilakukan, berawal dari kepedulian mahasiswa KKN MIT-15 UIN Walisongo posko 05 terhadap potensi UMKM di kelurahan Sumurboto.

Selamat Idulfitri 2024

Terlebih berdasarkan hasil musyawarah rencana pembangunan (musrenbang), banyak UMKM belum mengantongi izin usaha. Khususnya pelaku UMKM yang bergerak di bidang pangan, produk mereka juga belum memiliki label halal.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Mahasiswa KKN MIT-15 UIN Walisogo dengan Walisongo Halal Center (WHC), sebagai upaya mendukung progam pemerintah pada tahun 2024. Yaitu seluruh produk dari para pelaku UMKM memiliki sertifikasi halal.

Baca juga:  UNESCO Puji Penanganan Stunting di Kota Atlas

“Kami berkolaborasi dengan Walisongo Halal Center (WHC) untuk mendukung progam pemerintahan, yaitu 2024 UMKM tersertifikasi halal semua,” ungkap Safira, Mahasiswa KKN MIT-15 UIN Walisongo saat acara pendampingan pelaku UMKM.

Sertifikasi halal merupakan sertifikasi yang perlu dilakukan, terutama pada produk makanan guna menjamin kehalalan produknya.

Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar, sehingga permintaan pasar untuk produk-produk halal menjadi sangat besar.

Menurut Safira, sertifikasi halal ini penting dilakukan oleh pelaku usaha. Selain halal menurut syariat Islam, produk yang dikonsumsi oleh masyarakat harus dipastikan aman, baik, bersih, dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

Baca juga:  Wali Kota Semarang Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Pada seminar kali ini, para peserta diberikan sosialisasi menganai bagaimana prosedur sertifikasi halal yang dapat dilakukan oleh UMKM. Materi disampaikan oleh Pipit Noviyanto, diawali dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengetahuan tentang konsep halal pada produk.

Setelah penyampaian materi, para pelaku UMKM bersama-sama menginput data untuk pengajuan nomor induk berusaha (NIB) dan pendaftaran sertifikasi halal yang didampingi oleh mahasiswa KKN MIT-15 UIN Walisongo.

“Para pelaku UMKM sudah semestinya mengurus terkait perizinan, mengingat pentingnya eksistensi izin usaha. Selain alur pendaftaran yang dapat diakses secara online menjadikan pendaftaran lebih mudah dan fleksibel. Disamping itu tidak dipungut biaya pendaftaran harusnya semakin mempermudah masyarakat khususnya pelaku UMKM,” terang Safira.

Baca juga:  45 Rumah di Semarang Rusak akibat Bencana

Kegiatan ini disambut antusias oleh 32 pelaku UMKM yang ada di Kelurahan Sumurboto. Tatik, salah satu peserta seminar mengungkapkan, kegiatan ini cukup membantu bagi pelaku UMKM

“Mudah-mudahan usaha saya semakin lancar dengan adanya progam sertifikasi halal dari KKN MIT Ke-15 posko 05,” harapnya.

Dengan diadakanya seminar ini, tim KKN UIN Walisongo berharap, masyarakat khususnya para pelaku UMKM sadar akan pentingnya izin usaha dan labelisasi produk halal. (*/mg4)