Prestasi Belajar Meningkat dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Round Robin

Oleh: Sri Tuti, S.Pd.SD
Guru SD N 02 Kabunan, Kec. Taman Kab. Pemalang

PRESTASI belajar siswa pada beberapa mata pelajaran rendah, merupakan masalah yang sering terjadi di sekolah. Beberapa faktor dapat menjadi penyebab mengapa nilai prestasi belajar siswa menjadi rendah seperti minat siswa, motivasi belajar. Kemudian lingkungan sekolah, faktor guru, serta metode belajar di sekolah. Seperti yang terjadi di siswa kelas VI SD Negeri 02 Kabunan. Hal itu mendorong saya sebagai seorang guru. Yakni untuk melakukan analisis mengenai faktor penyebab rendahnya prestasi belajar siswa.

Selamat Idulfitri 2024

Terdapat dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kualitas pengajaran merupakan salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi prestasi belajar pada siswa. Kualitas pengajaran sendiri dapat diamati melalui bagaimana cara siswa belajar atau bagaimana proses pembelajaran dan metode pengajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah.

Salah satu metode yang sesuai untuk meningkatkan prestasi belajar siswa adalah metode pembelajaran kooperatif tipe round robin. Yakni metode belajar siswa secara berkelompok, berdiskusi, dan melakukan brain storming atau masing-masing siswa mempunyai pendapat dan tanggung jawab dalam kelompoknya masing-masing. Selain itu, siswa dapat berinteraksi dengan siswa yang lainnya dalam membahas atau berdiskusi tentang materi yang dipelajarinya. Round robin juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman materi dan prestasi belajar siswa.

Menurut Wahyuni (2008:5), pembelajaran kooperatif tipe round robin memiliki langkah-langkah sebagai berikut. Pertama, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari empat sampai lima orang. Kedua, tiap anggota kelompok diberikan nomor. Ketiga, guru memberikan tugas dan pertanyaan pada siswa. Keempat, setiap siswa juga diberikan lembar jawaban untuk menjawab tugas yang diberikan. Kelima, siswa diberikan waktu berfikir dan bekerja dalam kelompok. Keenam, setiap siswa dari setiap kelompok wajib memberikan jawaban dari masalah yang diberikan oleh guru. Disini setiap siswa bertanggung jawab atas jawaban yang mereka berikan.

Ketujuh, setelah siswa selesai memberikan jawabannya masing-masing, satu siswa mulai memperlihatkan jawaban pada anggota kelompoknya. Sedangkan siswa lainnya mendengar dan memperhatikan dengan serius. Begitu seterusnya sampai semua anggota kelompok saling mengetahui jawaban satu sama lain. Kedelapan, kelompok menentukkan jawaban yang paling tepat dari hasil diskusi untuk dipresentasikan di depan kelas. Kesembilan, guru menunjuk kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi. Sedangkan kelompok lain memberikan tanggapan dan penilaian.

Dengan metode pembelajaran kooperatif tipe round robin, pembelajaran di kelas menjadi lebih menyenangkan bagi siswa. Karena metode pembelajaran tersebut membuat siswa lebih nyaman belajar di kelas dibandingkan dengan metode pembelajaran tipe lainnya. Metode pembelajaran tipe round robin memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan ide atau pendapat satu persatu di dalam kelompoknya. Siswa dapat lebih aktif dalam berpartisipasi dalam kelompok diskusi, serta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pelajaran yang sedang didiskusikan dengan kelompoknya masing-masing.

Metode pembelajaran kooperatif tipe round robin dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dengan cara belajar berkelompok. Dengan cara berkelompok, masing-masing siswa dapat saling membantu dalam memahami materi atau bahan ajar yang diberikan guru. Selain itu, dengan metode ini siswa dapat aktif dalam memajukan kelompoknya. Maka dapat disimpulkan penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe round robin dapat meningkatkan pemahaman materi dan prestasi belajar siswa. (*)