Kendal  

Selamatkan Kawasan Pesisir Pantai Pidodokulon, Tim KKN UIN Walisongo Lakukan Giat Tanam 1000 Mangrove

FOTO BERSAMA: Tim KKN MIT Ke-15 UIN Walisongo besama anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Kendal Tardi, Camat Patebon Abdul Mufid, jajaran Muspika Patebon, dan pelestari mangrove usai melakukan penanaman 1000 bibit mangrove di pantai Pidodokulon, Minggu (5/2). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Camat Patebon, Abdul Mufid terus berupaya memastikan penguatan dan pelestarian ekosistem mangrove yang berada dalam wilayah administrasinya. Salah satunya dengan melakukan penanaman mangrove di sepanjang Pantai Pidodokulon.

Ia menjelaskan, Pantai Pidodokulon dulunya memiliki pemandangan yang indah dan mudah diakses oleh warga. Namun karena terjadi abrasi dan intrusi air laut, akses menuju pantai Pidodokulon harus menggunakan perahu.

Selamat Idulfitri 2024

Oleh karena itu, pelestarian kawasan mangrove untuk mencegah terjadinya abrasi dan angin laut menjadi penting.

Didampingi oleh Staf Ahli Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang Abdul Malik, Erna Wijayanti, dan Mujiyono, Tim KKN MIT ke-15 tahun 2023 melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di sepanjang muara pantai Pidodokulon.

Kegiatan ini turut didampingi pula oleh anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Kendal, Tardi dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Patebon.

Di antaranya Babinkantibmas, Babinsa, Satpol PP, Kepala Desa Pidodokulon Darwanto, serta Pelestari Mangrove, Wasito.

Selain menanam, mereka juga melakukan perawatan terhadap bibit mangrove yang sudah ditanam sebelumnya. mangrove yang ditanam diikat dengan ajir agar kuat terhadap angin dan terjangan ombak laut, sehingga mangrove bisa tumbuh dengan baik dan sehat.

Abdul Mufid mengatakan, pelestarian mangrove merupakan salah satu upaya untuk mencegah abrasi yang lebih luas, intrusi air laut, dan menahan gelombang air laut masuk ke daratan.

Kawasan mangrove juga penting dalam proses pemijahan telur ikan, tempat berlindung ikan, dan ekosistem yang hidup didalamnya. Ekosistem mangrove telah memberikan manfaat nyata, baik dari sisi ekologi, ekonomi, dan sosial bagi masyarakat pesisir.

“Pada dasarnya pelestarian mangrove perlu dilaksanakan untuk kemanfaatan generasi sekarang dan generasi yang akan datang. Jika bukan kita, siapa lagi? kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ungkap Abdul Mufid, Minggu (5/2).

Kegiatan penanaman 1000 mangrove merupakan program kerja dari Korcam KKN MIT Ke-15 Tahun 2023 UIN Walisongo Semarang yang bekerjasama dengan BP-KKN LP2M UIN Walisongo Semarang dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Jadi sebenarnya penanaman mangrove merupakan bukti cinta manusia terhadap lingkungan dan alam dengan cara pelestarian ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove dikawasan pantai berperan penting dalam kelestarian ekologi baik ikan, kepiting, rajungan, udang, dan burung serta sosial ekonomi” terang Abdul Malik.

Menurutnya, banyak jenis hilirisasi dari produk mangrove yang bisa dilakukan. Yakni makanan brayau, minuman sirup brayau, kerajinan dari mangrove, dan batik khas pewarna alami mangrove.

Proses hilirisasi di tingkat masyarakat pesisir memerlukan pendampingan lebih lanjut dan menjadi penambahan ekonomi disaat musim laut barat.

Jihaan Khodiijah, Korcam Patebon KKN MIT Ke-15 Tahun 2023 UIN Walisongo Semarang menjelaskan, kegiatan penanaman mangrove merupakan bukti generasi muda Gen Z yang peduli dan cinta terhadap lingkungan pesisir.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim KKN MIT Ke-15 UIN Walisongo di Kecamatan Patebon yang telah turut serta mengikuti penanaman mangrove di Pantai Pidodokulon dan kepada sponsor yang telah membantu mensukseskan penanaman mangrove ini. (*/mg4)