Penerapan Olahraga Rekreasi terhadap Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran Olahraga

Oleh: Noto Prayitno
Guru SDN 2 Karangbrai, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang

PADA pendidikan jasmani, siswa menginginkan pembelajaran yang instan tanpa ingin tahu peraturan dan teknik dasar. Ditambah jika sarana dan prasarana yang kurang mendukung  untuk melakukan pembelajaran olahraga di sekolah, kondisi ini bisa membuat proses kegiatan belajar mengajar tidak efektif. Sehingga materi yang disampaikan belum bisa diserap oleh sebagian siswa. Untuk mempermudah tujuan pembelajaran, maka harus diterapkan sebuah metode untuk meningkatkan kesegaran jasmani siswa.

Pendidikan rekreasi adalah suatu program pendidikan non-formal yang menyediakan kesempatan bagi setiap individu untuk mengembangkan keterampilan jasmani, sikap sosial. Kemudian mental kebiasaan dan penghayatan (psiko-sosial), dan keterampilan intelektual (kognitif) secara harmonis dan proporsional. Pada gilirannya nanti akan membentuk kepribadian serta tingkah laku seseorang. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dilapangan melalui kegiatan-kegiatan seperti pendidikan di alam terbuka (outdoor education/school). Misalnya study tour, perjalanan lapangan, dan pendidikan petualangan di alam terbuka (outdoor adventureseducation),  serta kegiatan-kegiatan lainnya. Seperti  olahraga rekreatif, aktivitas permainan, termasuk permainan tradisional dan kesenian, serta jenis-jenis aktivitas jasmani yang lainnya.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Untuk meningkatkan kesegaran jasmani terhadap siswa kelas IV dan V SD Negeri 2 Karangbrai, diterapkan olahraga rekreasi. Kelas IV dengan jumlah siswa 23 orang dan di ikuti 20 siswa yang hadir. Sementara untuk kelas V dengan jumlah siswa 17, seluruhnya mengikuti. Siswa merasa senang dan gembira meluapkan kesenangannya dengan ketawa lepas bercanda dengan temannya.

Individu bisa mengembangkan keterampilan jasmani, sikap sosial, mental kebiasaan, dan penghayatan (psiko-sosial), serta keterampilan intelektual (kognitif) secara harmonis dan proporsional. Pada gilirannya nanti akan membentuk kepribadian serta tingkah laku seseorang. Kelas IV dan V sudah bisa menikmati pembelajaran diluar kelas dengan melakukan berbagai macam kegiatan yang dilakukan. Yaitu melihat dan mengamati alam disekitarnya dengan dipandu oleh ibu atau bapak guru. Olahraga rekreasi dapat meningkatkan kesegaran jasmani siswa. Tujuan pembelajaran pun tercapai. Yaitu deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi. Antara lain pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh murid dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran. (*)