Pengaruh Model Pembelajaran SAVI terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa

Oleh: Istiqomah Nur Oktavia, S.Pd.SD
Guru SDN 02 Purwosari, Kec. Comal, Kab. Pemalang

SISWA yang memiliki kesulitan belajar mengakibatkan antusias untuk belajar menjadi berkurang. Pada mata pelajaran matematika di sekolah dasar, ditemukan banyak siswa yang mempunyai nilai rendah. Rendahnya hasil belajar dipengaruhi oleh faktor potensi diri anak maupun faktor dari lingkungan belajar. Oleh sebab itu, diperlukan model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student center learning) untuk menghasilkan pembelajaran yang positif guna meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan diharapkan mampu mengatasi masalah diatas adalah model pembelajaran SAVI.

SAVI merupakan akronim dari somatic, audiotory, visualisation, intelectually. Menurut Ngalimun (2017:166), SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indera yang dimiliki siswa. Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hand-on) dimana belajar dengan mengalami daan melakukan. Auditory berarti bahwa belajar haruslah dengan melalui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, mengemukakan pendapat, dan menanggapi.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Vizualitation bermakna harus menggunakan indera mata melalui mengamati, menggambar, mendemontrasikan, membaca, menggunakan media, maupun alat peraga. Sedangkan intellectually bermakna belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on). Belajar harus lah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, menyelidiki, mengidentifikasi, menemukan, menciptakan, mengkonstruksi, memecahkan masalah, dan menerapkan.

Tahapan yang perlu dilakukan dalam pembelajaran SAVI antara lain adalah sebagai berikut. Pertama, tahap persiapan. Yakni menimbukan minat para siswa, memberi siswa perasaan positif mengenai pengalaman belajar yang akan datang, dan menempatkannya dalam situasi optimal untuk belajar. Pada proses pembelajaran matematika, tahapan ini guru akan melakukan persiapan pengajaran, baik itu penyiapan tempat dan media pembelajaran.

Setelah itu guru membangkitkan ingatan peserta didik mengenai materi pembelajaran sebelumnya. Kemudian memberikan pandangan positif mengenai materi pembelajaran untuk digunakan untuk kehidupan mereka diajarkan. Lalu menempatkan peserta didik pada kelompok- kelompok menurut jumlah siswa.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Kedua, tahap penyampaian. Guru dapat membantu siswa menemukan materi belajar yang baru dengan cara yang menarik, menyenangkan. Selain itu relevan, melibatkan panca indera, dan cocok untuk semua gaya belajar. Pada proses pembelajaran matematika, tahapan ini guru menyampaikan materi pembelajaran dengan inovatif dan mempresentasikan materi pelajaran secara menarik. Sehingga peserta didik tertarik dan cepat mengerti akan materi yang disampaikan. Salah satunya dengan menggunakan jaring-jaring bangun kubus dan balok dan contoh benda yang berbentuk balok dan kubus.

Ketiga, tahap pelatihan dapat membantu siswa mengintegrasikan dan menyerap pengetahuan dan keterampilan baru dengan berbagai cara. Pada proses pembelajaran matematika, tahapan ini guru mengajak siswa untuk mengerjakan latihan soal-soal secara berkelompok dan saling membantu antar siswa. Berikutnya membuat tanya jawab tentang materi yang sudah dipelajari yang dilakukan secara berkelompok. Setelah itu membuat sebuah permainan dalam belajar. Dengan begitu, siswa tidak merasa bosan.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Keempat, tahap penampilan hasil dapat membantu siswa menerapkan dan memperluas pengetahuan atau keterampilan baru pada pekerjaan. Sehingga hasil belajar akan melekat dan penampilan hasil akan terus meningkat. Pada proses pembelajaran matematika, guru mengajak masing-masing kelompok peserta didik untuk menampilkan hasil soal-soal yang telah mereka selesaikan dalam kelas. Kemudian terjadi evaluasi kerja serta umpan balik peserta didik dan guru pada saat mereka belum mengerti tentang materi pembelajaran yang digunakan. Penerapan model pembelajaran SAVI memiliki pengaruh yang kuat dan terdapat hasil belajar siswa pada materi ajar Volume Kubus dan Balok. Model Pembelajaran SAVI menjadi referensi yang perlu diterapkan pada guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. (*)