Kendal  

Hidupkan Kembali Potensi Wisata, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Tanam Mangrove di Desa Kartikajaya

FOTO BERSAMA: Mahasiswa KKN MIT-15 UIN Walisongo Semarang bersama pemuda karang taruna serta warga RW setempat usai menanam bibit mangrove di lapangan taman wisata mangrove Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, pada Sabtu (18/02). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo JatengKepala Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Budi Hartono terus berupaya mengangkat perekonomian masyarakatnya. Salah satunya dengan membuka obyek wisata baru. Dulunya, Desa Kartikajaya dikenal memiliki tempat wisata Pulau Tiban. Namun kini tempat tersebut terdampak abrasi, sehingga pulau tersebut terkikis dan hilang.

Maka dari itu, pemerintah desa berinisiatif untuk membuat tempat wisata baru berupa taman mangrove yang nantinya akan dijadikan destinasi wisata dan tempat belajar mangrove. Wisatawan yang berkunjung akan diberi satu bibit mangrove agar ditanam sendiri di tempat tersebut.

“Pemberian satu bibit mangrove kepada wisatawan bertujuan untuk mengenang bahwa wisatawan tersebut pernah berkunjung ke taman mangrove Desa Kartikajaya,” kata Budi.

Baca juga:  KKN Posko 80 UIN Walisongo Berikan Penyuluhan Stunting di Posyandu Desa Banyuurip, Kendal

Salah satu pelestari mangrove di desa setempat, Wasito menjelaskan, ada satu tujuan utama penanaman mangrove, yaitu untuk mengantisipasi angin laut yang berhembus dengan kencang ke pemukiman warga. Sehingga bisa menanggulangi rusaknya atap rumah warga.

Kelompok KKN MIT-15 UIN Walisongo Semarang Posko 24 Desa Kartikajaya mengajak warga setempat menanam bibit magrove di lapangan taman wisata mangrove Desa Kartika Jaya pada Sabtu (18/02).

Dalam penanaman ini, para mahasiswa bekerja sama dengan Wasito, selaku pelestari mangrove. Mereka juga dibantu oleh pihak Karangtaruna serta RW setempat.

“Saya mewakili P3MP sangat berterima kasih dengan kalian (Mahasiswa KKN MIT-15 posko 24) atas kegiatan penanaman ini. Dimana masih banyak yang peduli dengan lingkungan sekitar dan peduli juga dengan desa Kartika Jaya ini,” kata Wasito.

Baca juga:  Sambut Acara Gunungan, KKN Posko 70 UIN Walisongo Lakukan Kerja Bakti Bersama Masyarat Desa Tlahab

Ia berharap, penanaman ini bisa menghidupkan kembali Kartika Jaya sebagai desa pariwisata.

Perwakilan dari pemuda karang taruna, Erik mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah mengajak para pemuda desa setempat untuk kembali menjalankan kegiatan.

“Kegiatan ini sebagai bentuk langkah pertama dalam mempererat pemuda–pemudi di Desa Kartika Jaya. Dimana dulunya kegiatan karang taruna sempat beku dikarenakan covid-19 dan saya juga pertama kali menjabat sebagai ketua karang taruna pada tahun ini,” ungkapnya.

Kegiatan penanaman mangrove dimulai pukul 15.30 dan dihadiri 25 peserta. Jenis mangrove yang ditanam yaitu tancang dan bakau. Medan pada penanaman kali ini berupa lumpur, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi penanam pemula.

Baca juga:  Jaga Kebersihan Lingkungan, Mahasiswa KKN Posko 117 UIN Walisongo Lakukan Kerja Bakti Bersama PKK dan Perangkat Desa Rejosari

Kordes Posko 24 Desa Kartika Jaya UIN Walisongo Semarang Rizki Ahmad Rimandhan menjelaskan, kegiatan penanaman mangrove merupakan bentuk kepedulian para mahasiswa terhadap manfaat mangrove, baik bagi alam maupun untuk warga sekitar.

“Nantinya saya berharap tempat tersebut berkembang lebih untuk wisata taman mangrovenya. Tak lupa juga saya berterimakasih kepada pihak yang sudah berpartisipasi meluangkan waktunya dalam kegiatan Satu Pohon untuk 1000 Kebaikan yang akan Datang,” ucap Rizki. (*/mg4)