Peningkatan Prestasi Belajar Membaca dan Menulis melalui Penggunaan Alat Peraga

Oleh: Fitri Rosalia, S.Pd
Guru SDN 02 Rowosari, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

BAHASA Indonesia sebagai bahasa negara menjadi bahasa pengantar pendidikan nasional. Hal ini dapat diartikan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar di semua jenjang pendidikan. Mulai dari pendidikan anak usia dini yang berbentuk sejak taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi, bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari.

Perhatian dan kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia dikembangkan menjadi keterampilan berbahasa, bukan lagi pengajaran tentang tata bahasa. Keterampilan berbahasa yang dimaksud meliputi mendengar, berbicara, membaca, dan menulis yang dijabarkan secara terpadu.

Dalam kurikulum, salah satu mata pelajaran yang diajarkan di SD ialah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sebagaimana fungsi bahasa merupakan salah satu alat berkomunikasi. Untuk memahami dan melaksanakannya, Bahasa Indonesia perlu dipelajari dan dianalisa dengan tujuan untuk memberikan arahan kepada guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Khususnya pada muatan pelajaran bahasa Indonesia kelas I sekolah dasar.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Menurut Rosyid Moh. Zaiful, dkk (2019:9), prestasi belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu. Kemudian dapat dinyatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil dari suatu kegiatan pembelajaran yang disertai perubahan yang dicapai siswa.

Pengorganisasian materi tidak melalui pokok bahasan, akan tetapi secara tematis. Pendekatan lebih ditekankan pada pendekatan komunikatif. Yaitu keterampilan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk keperluan dalam berbagai situasi menyangkut bermacam-macam pendengar atau pembaca.

Membaca merupakan kegiatan sehari-hari yang paling sering dilakukan oleh manusia. Menurut Henry G. Tarigan dalam buku berjudul Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa (1987), membaca adalah suatu proses yang dilakukan dan digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Menulis merupakan aktivitas pengekpresian ide, gagasan, pikiran atau perasaan ke dalam lambang-lambang kebahasaan. Sedangkan menurut Suparno dan Mohammad Yunus (2008:1.3), menulis merupakan kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan mengunakan bahasa tulis sebagai media atau alatnya. Alat peraga adalah suatu benda asli dan benda tiruan yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang menjadi dasar bagi tumbuhnya konsep berpikir abstrak bagi peserta didik.

Alat peraga pembelajaran adalah semua benda dan sarana yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Tujuannya agar dapat memperjelas dan mempermudah peserta didik dalam memahami materi pelajaran. Penerapan alat peraga dalam kegiatan membaca dan menulis meliputi memperkenalkan alat peraga kepada siswa. Lalu menghubungkan materi ajar dengan alat peraga yang diperkenalkan oleh guru. Dengan alat peraga tersebut, siswa diberi stimulus, sehingga mereka dilatih untuk bisa menghubungkan alat peraga tersebut dan siswa dilatih keterampilannya dalam hal membaca dan menulis.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Langkah-langkah pembelajaran membaca menulis tanpa buku dimulai dengan menunjukkan gambar, menceritakan gambar, siswa diminta bercerita dengan bahasa sendiri. Berikutnya memperkenalkan bentuk-bentuk huruf (tulisan) melalui bantuan gambar, membaca tulisan bergambar. Selanjutnya membaca tulisan tanpa gambar dan memperkenalkan huruf suku kata dengan bantuan kartu. Langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan alat peraga pada keterampilan membaca dan menulis. Hasil menunjukkan bahwa penerapan alat peraga dapat meningkatkan prestasi membaca dan menulis siswa. (*)