Penerapan Metode CTL untuk Meningkatkan Motivasi Belajar

Oleh: Nur Wachidah, S.Pd
Guru SDN 02 Botekan, Kec. Ulujami, Kab. Pemalang

TUJUAN pembelajaran yang termuat dalam kurikulum bahasa Indonesia 2006 menyatakan bahwa pengajaran bahasa Indonesia ditunjukkan pada pengembangan kemampuan berkomunikasi. Tujuan tersebut pada hakikatnya disesuaikan dengan kebutuhan saat ini. Oleh karena itu, seiring dengan tujuan pembelajarannya, maka siswa pada tingkat sekolah dasar diharapkan mampu menguasai keterampilan bahasa secara aktif dan integratif dengan menggunakan komponen bahasa yang komunikatif dan benar. Sehingga secara tidak langsug kemampuan dan penguasaan bahasa dapat menjawab tantangan ke depan, yaitu di era globalisasi.

Motivasi belajar merupakan dorongan yang timbul baik dari dalam maupun dari luar diri siswa. Sehingga mampu menimbulkan semangat belajar serta memberikan arah pada kegiatan belajar. Sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Motivasi berfungsi sebagai pendorong seseorang untuk melakukan suatu kegiatan dan mencapai prestasi. Dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari adanya motivasi, maka seseorang akan dapat melahirkan prestasi yang baik dan tujuan pembelajaran akan tercapai.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Menurut Nurhadi dalam Sugiyanto (2007), CTL (contextual teaching and learning) adalah konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa. Kemudian mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Implementasi CTL pada pembelajaran membaca, berbicara, menulis, dan mendengarkan dapat membuat pembelajaran lebih kreatif dan menuntut siswa untuk lebih berpikir kritis. Artinya, siswa dipacu untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan CTL merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa. Kemudian mendorong mereka untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka. Yakni dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif. Di antaranya konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiri), masyarakat belajar (learning community). Selanjutnya pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment).

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil.

Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkah langkah yang harus ditempuh dalam CTL adalah sebagai berikut. Pertama, kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Kedua, laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.

Ketiga, kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Keempat, ciptakan masyarakat belajar. Kelima, hadirkan model sebagai contoh pembelajaran. Keenam, lakukan refleksi di akhir pertemuan. Ketujuh, lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara. (ara/mg4)