Model Pembelajaran PPKn Menyenangkan melalui Internet

Oleh: Kasyati, S.Pd
Guru PPKn SMA N 1 Demak

PENDIDIKAN merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan seseorang. Pendidikan lah yang menentukan dan menuntun masa depan dan arah hidup seseorang. Bakat dan keahlian seseorang akan terbentuk dan terasah melalui pendidikan. Pendidikan juga umumnya dijadikan tolak ukur kualitas setiap orang. Dalam UU. No. 20 Tahun 2003 Tentang sistem pendidikan nasional pasal 3 disebutkan, tujuan pendidikan adalah mengembangkan potensi peserta didik. Agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang Islami dan bertanggung jawab.

Namun, realitas dari pendidikan di Indonesia, sebagian besar masih belum mampu untuk dapat memahamkan ilmu pengetahuan bagi peserta didik secara mendalam. Pelaksanaan pendidikan memaksa peserta didik untuk selalu tunduk pada susunan kurikulum yang ada. Sehingga potensi akademik maupun non akademik siswa menjadi sulit berkembang.

Kebiasaan dalam menghafal materi menjadi sebuah ketidakefektifan dalam menyerap informasi dari bidang studi yang dipelajari dan diujikan. Dengan demikian, pemahaman peserta didik hanya menjadi bayangan. Kurang memadahinya bahan ajar dan sarana prasarana yang diperlukan membuat siswa kesulitan dalam memahami suatu pelajaran. Selain itu menyebabkan mereka merasa bosan dan kehilangan semangat belajar. Namun hal itu kini tak lagi menjadi permasalahan. Sistem pembelajaran yang mulai diubah mengikuti alur peradaban sekarang, mengembalikan lagi fitrah pendidikan.

Perkembangan teknologi saat ini semakin pesat dan semakin luas menyentuh masyarakat di belahan bumi manapun. Dalam setiap aktivitas manusia tidak ada yang bebas dari sentuhan teknologi masa kini. Teknologi modern mampu memudahkan aktivitas kehidupan manusia dari lahir hingga masa tua. Tentunya hal ini memudahkan dalam pemanfaatan di bidang pendidikan.

Pemanfaatan kemajuan teknologi ini sudah mulai diterapkan sejak pandemi merebah ke hampir seluruh penjuru dunia, dan kini mulai di gabungkan dengan metode pembelajaran langsung. Contohnya saja kini siswa tak lagi menjadi objek dalam pembelajaran, namun menjadi subjek dalam pembelajaran itu sendiri.

Siswa dituntut memiliki pemahaman khusus dan mendalam mengenai suatu materi yang sedang dibahas dan terlibat dalam diskusi dalam kelas. Pendalaman materi dan riset tak lagi didapat dari buku yang diberikan sekolah. Melainkan siswa dibebaskan dalam mencari materi melalui laman-laman tertentu dan batasan yang sudah dikomunikasikan oleh pembimbing dalam hal ini yaitu guru.

Hal ini tentunya akan memberikan dampak positif dan keefektifan bila dibandingkan dengan sebelumnya. Terutama dalam pembelajaran mata pelajaran pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKn). Dimana dalam hal ini siswa dapat lebih memahami perannya dalam lingkungan sekolah, masyarakat, dan negara terkait tindakan atau kasus yang sedang marak. Penerapan karakter pelajar Pancasila akan mudah diserap seiring dengan terwujudnya fungs-fungsi pendidikan dan tujuan pendidikan itu sendiri.

Kemajuan sistem pendidikan Indonesia tak hanya karena teknologi, namun karena perubahan sudut pandang dari pemerintah dan pendidik. Kebijakan tiga implementasi kurikulum mempermudah para siswa untuk lebih memahami materi yang ada dan tentunya memberikan kemudahan pengimplementasian teori yang diajarkan di sekolah. (*)