Guru Profesional sebagai Faktor Pendidikan Bermutu

Oleh: Sri Lestari, S.Pd.SD
Guru SDN 01 Payung, Kec. Bodeh, Kab. Pemalang

PENGEMBANGAN kompetensi profesional dalam menghadapi era Indonesia emas  mutlak diperlukan untuk keberhasilan pembelajaran dan peningkatan mutu pendidikan. Pada UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003, pengelolaan pendidikan diubah sangat radikal dari sentralistik menjadi sangat demokratis. Kemudian distandarisasi pada seluruh delapan aspek pendidikan, aspek lulusan, kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, pengelolaan, pembiayaan, sarana dan prasarana, proses, serta penilaian.

Selamat Idulfitri 2024

Khusus untuk pendidik, diperkuat lagi dengan UU No. 14 tahun 2005 yang meregulasi profesionalisme guru dan dosen. Karena keduanya merupakan unsur utama pendidikan. Perlu disadari, bahwa peran guru sampai saat ini masih eksis. Sebab sampai kapan pun posisi atau peran guru tersebut tidak akan bisa digantikan sekalipun dengan mesin sehebat apapun. Dalam keprofesionalan guru, perlu kita ketahui ada tiga ciri. Yakni pemilikan kemampuan/keahlian yang bersifat khusus, tingkat pendidikan minimal, sertifikasi keahlian, dan harus menguasai keahlian.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Negara telah memiliki UUD 1945 Pasal 31, UU Sisdiknas, UU Guru dan Dosen, dan UU Pendidikan Tinggi yang layak dielaborasi dan diimplementasikan dengan baik dan benar. Cara pandang seperti ini memungkinkan dapat menetapkan kebermutuan secara tepat. Sebab mutu tidak pernah dapat dilepaskan dari relevansi, efisiensi, dan efektifitas.

Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang mampu melakukan  proses pematangan kualitas peserta didik. Proses ini dikembangkan dengan cara membebaskan peserta didik dari ketidaktahuan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, ketidakbenaran, ketidakkejujuran, serta dari buruknya akhlak dan keimanan. Pendidikan bermutu lahir dari sistem perencanaan yang baik (good planning system). Dengan materi dan sistem tata kelola yang baik (good goverenance system) dan disampaikan oleh guru yang baik (good teachers) dengan komponen pendidikan yang bermutu, khususnya guru.

Pendidikan yang bermutu lahir dari guru yang bermutu. Guru yang bermutu paling tidak menguasai materi ajar, metodologi, sistem evaluasi, dan psikologi belajar. Guru yang baik bukan sekedar guru pintar, tapi mampu memintarkan peserta didik. Guru yang baik bukan sekedar guru yang berkarater, tapi guru yang mampu membentuk karakter yang baik bagi peserta didiknya,

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Guru yang baik bukan hanya guru yang mempunyai teladan dan integritas, tapi dapat diteladani oleh sesama. Guru yang memerankan dirinya sebagai pelayan belajar yang baik tugas utamanya bukan sekedar mengajar dalam arti menyampaikan sejumlah konsep dan teori ilmu pengetahuan. Tapi membantu kesulitan belajar peserta didik. Dengan demikian, guru profesional sebagai faktor penentu pendidikan bermutu adalah guru yang memenuhi standar pendidik dan tenaga kependidikan.

Kedudukan guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Yaitu berkembangnya potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri. Lalu menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pengakuan kedudukan guru sebagai tenaga profesional itu dibuktikan dengan sertifikat pendidikan. Adanya sertifikat pendidikan ini memungkinkan guru menjadi profesional untuk menciptakan mutunya pendidikan.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa guru yang profesional harus disiapkan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan (LPTK) yang berkualitas dan terstandar. Guru profesional wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani. Selanjutnya memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Guru profesional sebagai faktor penentu pendidikan bermutu adalah guru yang memenuhi standar pendidik dan tenaga kependidikan Yaitu memenuhi kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan. Hal tersebut sangat berkesinambungan dengan adanya keprofersionalan guru, agar menjadi faktor bermutunya pendidikan. (*)