Video Animasi Pembelajaran Menjadi Asyik dan Menyenangkan

Oleh: Ita Khusnul Hidayah, S.Pd
Guru SDN 04 Taman, Kec. Taman, Kab. Pemalang

GURU sebagai pendidik dituntut untuk mengembangkan kompetensi pengajaran dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) terbaru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Sesuai dengan UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Selain itu, standar kompetensi pedagogik guru tingkat sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI) itu mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. Sesuai dengan Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Pendidik.

Selamat Idulfitri 2024

Penggunaan media pembelajaran yang menarik dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar. Sehingga akan membuat peserta didik tertarik terhadap pembelajaran yang disampaikan guru. Media pembelajaran adalah bentuk-bentuk komunikasi baik cetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media yang diinginkannya dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dan dibaca (Sumardiono, 2012).

Berdasarkan pengamatan di SD Negeri 04 Taman Kabupaten Pemalang, terdapat beberapa permasalahan dalam proses pembelajaran. Dikarenakan pembelajaran yang dilakukan kurang memanfaatkan media pembelajaran. Khususnya dalam mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas 1.

Baca juga:  Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Dengan memanfaatkan media pembelajaran yang tepat dan mampu menarik minat belajar, peserta didik bisa lebih atraktif dalam menceritakan materi bahasa Indonesia. Media pembelajaran yang digunakan adalah berupa video animasi pembelajaran gabungan antara Whiteboard Videoscribe dan Animation Plotagon. Untuk menunjang proses pembelajaran pada peserta didik kelas 1 SD Negeri 04 Taman Kabupaten Pemalang. Video animasi pembelajaran ini juga dapat digunakan pada pembelajaran di sekolah lain.

Video animasi pembelajaran Whiteboard Videoscribe dan Animation Plotagon merupakan video animasi gabungan antara Whiteboard Videoscribe sebagai media materi pelajaran dan Animation Plotagon sebagai animasi kartun. Keduanya dapat dijadikan media pembelajaran untuk sekolah dasar. Karena sifatnya menarik dan terkesan lucu serta cocok untuk anak usia dini sekolah dasar.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Video animasi pembelajaran Whiteboard Videoscribe dan Animation Plotagon sangat sesuai untuk anak usia SD. Karena karekteristik belajar peserta didik kelas 1 SD yang meniru, mengamati, dan sangat tertarik pada animasi kartun. Video animasi pembelajaran disajikan dengan cerita menarik serta warna-warni yang disukai oleh pelajar. Tujuan dari pengembangan video animasi pembelajaran yaitu agar siswa bisa lebih senang dan lebih memahami materi yang sedang dipelajarinnya.

Whiteboard Videoscribe merupakan sebuah media pembelajaran video animasi yang terdiri dari rangkaian gambar yang disusun menjadi sebuah video utuh. Dengan karakteristik yang unik, Whiteboard Videoscribe mampu menyajikan konten pembelajaran dengan memadukan gambar, suara, dan desain yang menarik. Dengan begitu, siswa mampu menikmati proses pembelajaran. Fitur yang disediakan oleh aplikasi ini sangat beragam, sehingga mampu menjadi media pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan mata pelajaran yang diinginkan. Selain menggunakan desain yang telah disediakan didalam aplikasi, pengguna dapat membuat desain animasi, grafis, maupun gambar yang sesuai dengan kebutuhan. Kemudian di import ke dalam aplikasi tersebut.

Baca juga:  Pengaruh Pendidikan Orang Tua terhadap Minat Menyekolahkan Anak

Animation Plotagon merupakan salah satu freeware atau program yang bisa diunduh oleh para pengguna internet di https://plotagon.com/. Software ini dirilis di Stockholm, Swedia pada tahun 2012. Plotagon memungkinkan pengguna untuk membuat animasi 3D tanpa membutuhkan pelatihan khusus. Pengguna cukup memilih latar atau background dan memasukkan teks (script) cerita untuk membuat animasi.

Plotagon mempunyai tool yang mudah digunakan. Terdapat pilihan-pilihan menu yang dapat digunakan untuk membuat karakter sendiri. Selain itu, pembuatan Animation Plotagon juga dapat dilakukan secara offline. Sehingga tidak tergantung pada layanan internet. Hal ini pastinya akan lebih memudahkan pengembangan dalam membuat media pembelajaran menggunakan software Animation Plotagon (Azizah, 2016.). (*)