Kudus  

Asidewi Ingin Museum Patiayam Lebih Kreatif

KUNJUNGI: Ketum DPP Asidewi Andi Yuwono saat mengunjungi Museum Patiayam beberapa waktu lalu. (SYAMSUL HADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Di era perkembangan digitalisasi saat ini, museum harus bisa memanfaatkan adanya kecanggihan teknologi. Sehingga, mampu untuk menambah ketertarikan wisatawan untuk berkunjung.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) Andi Yuwono mengapresiasi Museum Patiayam saat melakukan kunjungan di Kudus. Pasalnya, museum merupakan kekayaan sejarah bahkan prasejarah. Masyarakat bisa menemukan, menjumpai bahkan memegang secara original di museum.

“Museum memang sesuatu yang menarik dari sisi pengetahuan dan edukasi. Namun, kalau dari sisi pariwisata jika hanya mendisplay pasti kurang menarik dan tidak atraktif. Sehingga, perlu dikomodifikasi seperti di Mojosemi ada robot-robot yang menyerupai aslinya,” ucapnya.

Baca juga:  Kapolres Kudus Lantik Kasatlantas Baru

Menurutnya, desain-desain seperti itu akan menjadi sebuah wahana dan atraksi wisata yang cukup digemari banyak orang, terutama anak-anak. Di Museum Patiayam Kudus sendiri sudah mempunyai beberapa replika, hanya belum mencapai visualisasi.

“Kalau saran saya, museum kan identik dengan sesuatu yang mati, jadi tidak ada entertainnya nanti garing. Apalagi kalau untuk menarik anak-anak sekarang melihat fosil gajah hanya datang dan melihat, maka tidak ada memorable yang terkenang di otak mereka,” tuturnya.

Dengan adanya kecanggihan teknologi, digitalisasi visual perlu dikembangkan. Seperti ada tempat audio visual yang representatif sehingga anak bisa melihat melalui empat dimensi.

Baca juga:  Memaknai Kurban sebagai Wujud Kehambaan dan Sarana Perkuat Iman

“Itu harus cerdas dan kreatif, untuk mengemas sesuatu yang riil ini menjadi sesuatu yang lebih atraktif. Mindset spirit museum harus dirubah, kita hanya memaknai sebagai tempat benda-benda zaman sejarah yang dikumpulkan. Tanpa ada sebuah atraksi yang membuat orang lebih hidup di masanya,” pungkasnya. (sam/fat)