PKN di BPSDMD Jateng Diikuti 60 Peserta dari Instansi Pemerintah se-Indonesia

PEMAPARAN: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan III Tahun 2023 di Balai Sarana Widya Praja Kompleks Kantor BPSDMD Jawa Tengah, Selasa (28/2/23). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Pelatihan Kepemimpinan Nasioal (PKN) Tingkat II Angkatan III Tahun 2023 yang akan diselenggrakan pada 28 Februari hingga 14 Juli mendatang di Kampus BPSDMD Jateng. Pelatihan ini diikuti 60 orang beserta yang berasal dari pelatihan yang berasal dari berbagai instansi pemerintah se-Indonesia.

Kepala BPSDMD Jateng Mohammad Arief Irwanto menjelaskan, komposisi peserta yang berasal dari kabupaten di Jawa Tengah ada 30 orang dan dari kota 7 orang. Kemudian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah 2 orang.

Baca juga:  Pertumbuhan Ekonomi Jateng 4,98 Persen, Pj Gubernur : Kita Masih Tangguh

“Dari kabupaten/kota di luar Jawa Tengah 18 orang dan pemerintah provinsi di luar Jawa Tengah 3 orang. Mereka nantinya akan berlatih di kantor BPSDMD Jateng,” ungkapnya, Selasa (28/2/23).

Pelaksanaan PKN tersebut dibuka langsung oleh Gubenur Jateng, Ganjar Pranowo. Dalam sambutannya, Ganjar memberikan berbagai contoh bagaimana harusnya seorang pemimpin melayani masyarakat. Ia menekankan agar para peserta nantinya mampu menjaga integritas dengan baik.

“Materi nanti akan bapak ibu peroleh di sini, tapi yang saya minta hanya satu, penerapan ilmu tersebut dengan contoh yang kecil tadi diinovasikan untuk diterapkan ke masyarakat,” katanya, Selasa (28/2/23).

Baca juga:  Teater Gema Upgris Rayakan HUT ke-34

Ia menambahkan, memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat harus menjadi prioritas oleh seorang pemimpin. Selain bentuk tanggung jawab, ada bentuk pengabdian yang harus dilakukan sebagai seorang pemimpin yang baik.

“Karena bagi saya pelayanan itu cuma tiga, mudah, murah dan cepat. Oleh karena itu, bapak, ibu di sini nantinya akan membuat proper (projek perubahan) ya, dan saya harap tiga bulan setelahnya harus bisa dipasarkan. Efeknya apa setelah kita melakukan diklat seperti ini kita mempunyai bank inovasi,” paparnya.

Lebih lanjut, Ganjar berharap nantinya melaui pelatihan ini bisa menyumbangkan beragam inovasi yang diciptakan oleh para peserta. Kemudian dapat disumbangkan untuk daerah masing-masing membuat perubahan.

Baca juga:  Dinsos Jateng Peringati Isra’ Mi’raj dengan Khidmat dan Cair

“Bisa langsung dieksekusi nantinya, selamat berlatih, bapak, ibu pasti akan menjadi agen berubahan bangsa yang berintegritas,” tutupnya. (luk/gih)