Kemenko Perekonomian Dorong Peremajaan Pohon Salak Sleman

  • Bagikan
TINJAU: Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa bersama Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Yuli Sri Wilanti mengecek produktivitas komoditas hortikultura di Kabupaten Sleman, beberapa waktu lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Rapat koordinasi dan diskusi teknis peningkatan produktivitas dan ekspor komoditas hortikultura digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian. Pengembangan produktivitas salak jadi sorotan dalam rapat ini.

Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Bidang Perekonomian Yuli Sri Wilanti mengatakan, perkebunan salak yang dalam kondisi baik baru mencakup 500 hektare dari total 3.000 hektare kebun yang ada. Yuli menilai, harus ada perhatian khusus dalam pengembangan produksi salak.

“Melalui pertemuan ini, kami bisa menyamakan persepsi, apa masalah yang dihadapi oleh petani,” katanya, belum lama ini.

Tak hanya pemetaan masalah yang dihadapi petani salak, masih ada beragam aspek yang jadi perhatiannya dalam pengembangan produksi salak. Ia menyoroti peremajaan pohon untuk ekspor.

“Dalam konteks salak, perlu didiskusikan kembali terkait peremajaan pohon salak untuk ekspor. Karena salak adalah salah satu buah unggulan Kabupaten Sleman,” ungkapnya.

Salah satu tantangan dalam peningkatan produksi buah nasional adalah kurangnya lahan. Belum lagi persoalan perubahan iklim, biaya logistik yang tinggi, hingga laju alih fungsi lahan yang tak terkendali. Hal ini disebut dapat mengancam kualitas dan kuantitas hasil produksi pertanian.

Baca juga:  Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa Apresiasi Pelaku Seni Yang Tak Surut Semangat

Meski banyak problem yang menjadi ancaman, ia optimistis masih ada peluang peningkatan buah nasional melalui beberapa cara. Misalnya melalui edukasi terhadap masyarakat untuk mengonsumsi buah lokal.

Selain itu, perlu kolaborasi dengan off taker dan kemitraan. “Sampai dengan cara peningkatan pengelolaan kebun buah dengan implementasi teknologi tepat guna,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa berterima kasih atas dukungan yang diberikan Kemenko Bidang Perekonomian mengenai peningkatan produktivitas dan ekspor komoditas hortikultura di Sleman. Danang berharap, diskusi tersebut dapat memperluas peluang dalam pengolahan hingga pemasaran komoditas hortikultura produksi Sleman.

“Kami harap diskusi ini dapat menghasilkan solusi dan manfaat bagi para petani di Kabupaten Sleman. Banyak masukan mulai dari pengolahan hingga pemasaran hasil pertanian di Kabupaten Sleman yang diharapkan dapat meningkat hasil pertanian begitu pula untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (cr5/abd)

  • Bagikan