Akademisi: Merdeka Belajar Tingkatkan Literasi Anak

ILUSTRASI: Sejumlah siswa SD tengah asyik membaca buku bacaan yang dipinjam dari mobil perpustakaan keliling di Pendopo Kabupaten Kudus, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

BANYUMAS, Joglo Jateng – Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Tegar Roli Anugrafianto optimistis kebijakan Merdeka Belajar Episode 23 Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dapat meningkatkan literasi anak-anak Indonesia. Bahkan berdasarkan hasil asesmen nasional tahun 2021, satu dari dua peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA) belum mencapai kompetensi minimum literasi.

Dengan demikian, Indonesia saat ini sedang mengalami darurat literasi karena skor literasi anak-anak masih rendah dan belum meningkat secara signifikan. Ia menilai, kebijakan Merdeka Belajar Episode 23 yang mengusung tema Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia merupakan langkah tepat Kemendikbudristek.

Baca juga:  Banyumas 10.000 Lengger Bicara Masuk Rekor Dunia

“Itu karena berdasarkan kajian Kemendikbudristek, penyebab rendahnya kebiasaan membaca adalah masih kurangnya atau belum tersedianya buku bacaan yang menarik minat peserta didik,” katanya, Minggu (2/4/23).

Tegar mengakui upaya Kemendikbudristek dalam penyediaan buku bacaan bermutu telah dipersiapkan secara maksimal. Mulai dari proses pemilihan yang menghasilkan 560 judul buku dari pelatihan penulis/ilustrator lokal, terjemahan bahasa daerah maupun bahasa asing ke bahasa Indonesia, serta modul literasi numerasi siswa SD kelas 1-6.

Ratusan judul buku yang telah terpilih itu selanjutnya dijenjangkan, diverifikasi, dan dapat diakses publik secara gratis melalui platform digital Kemendikbudristek. “Kalau sebelumnya, selain buku bacaan belum sesuai dengan minat dan kemampuan baca anak, buku-buku bacaan juga bermutu kurang banyak tersedia di perpustakaan dan pojok baca sekolah,” jelasnya.

Baca juga:  Pemprov Jateng Tekan Emisi Gas Rumah Kaca dengan Gerakan Pemulihan Hutan dan Uji Emisi Gratis

Oleh karena itu, Kemendibudristek mencetak 560 judul buku bacaan bermutu yang telah dipilih tersebut dan selanjutnya didistribusikan ke sekolah-sekolah di berbagai daerah. Dalam hal ini, Kemendikbudristek telah mendistribusikan sebanyak 560 judul buku bacaan bermutu dengan total 15.356.486 eksemplar ke sekolah-sekolah. (ara/abd)