RSJD Surakarta Cegah Stunting dengan Desa Dampingan

Direktur RSJD Surakarta dr. Tri Kuncoro, MMR
BERSAMA: Direktur RSJD Surakarta dr. Tri Kuncoro, MMR bersama perangkat desa, dan tokoh masyarakat mengunjungi rumah warga di Kecamatan Sale, Rembang, beberapa waktu yang lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SURAKARTA, Joglo Jateng – Dalam rangka melakukan pencegahan stunting, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta melaksanakan kegiatan Desa Dampingan pada 6 sampai 7 April 2023. Kali ini, kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang.

Kepala Instalasi Humas dan Pemasaran Sarah Umi Nur Azizah, S.I.Kom mengatakan, Desa Dampingan merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Tenggah. Sejak 2019 setiap OPD wajib mendampingi satu desa dampingan. Dan ini adalah tahun kelima RSJD Surakarta melaksanakan kegiatan ini.

“Utuk tahun pertama kita lakukan di Sambirejo Sragen, tahun kedua di Kedungupit Sragen, tahun ketiga di Cemeng Sragen, tahun keempat Klokah Blora, dan tahun ini dilakukan di Sale Rembang” ungkapnya, saat kepada Joglo Jateng, Selasa (11/4/23).

Baca juga:  Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta Bersinergi dengan Korem 074/Warastratama Adakan Pelatihan UMKM bagi Anggota yang Memasuki Masa MPP

Menurutnya, desa-desa sebelumnya arahnya sudah jelas dan bisa ditinggal. Untuk di Sambirejo yang dahulunya kategori merah, sekarang sudah sejahtera dengan pendampingan desa tersebut. Begitu juga di Kedungupit.

“Untuk Cemeng karena sudah masuk di tahun ketiga, alhamdulilah kita telah berkolaborasi di bebrapa kegiatan sehingga sudah bisa kita tinggal. Dan untuk PR-nya ada di Klokah Blora dan Sale Rembang,” tuturnya.

Ia menjelaskan, di Sale Rembang ini ada beberapa rangkaian pekerjaan untuk penangangan stanting. Di antaranya penyuluhan yang diisi oleh dokter umum dan spesialis kedokteran jiwa (Psikiater). Dokter umum menjelaskan pengenalan stunting, dan psikiater lebih menjelaskan kesehatan mental ibu untuk tumbuh kemabang anak.

Baca juga:  Nana Sudjana: Sinkronisasi dan Kolaborasi Kunci Perencanaan Pembangunan Jawa Tengah

Setelah melakukan penyuluhan, ia juga melakukan pemberian tambahan makanan ibu hamil, ibu menyusui, serta balita gizi kurang. Pembagian itu dilakukan dengan bekerja sama dengan Bina Kerohanian Kristiani RSJD Surakarta.

“Kegiatan itu diikuti oleh 87 peserta dengan melibatkan ibu hamil, menyusuhi, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Karena semua saling terkait,” tuturnya.

Sementara itu, lanjutnya, untuk beberapa ibu yang tidak hadir, maka dilakukan home visit. Sehingga pemberian bisa diterima langsung kepada yang bersangkutan, bahkan direktur RSJD Surakarta ikut mendampingi di rumah-rumah masyarakat. (cr4/gih)