Tim TPID Pemalang Cek Bahan pangan Jelang Idulfitri

MONEV: Tim TPID Pemalang saat mengecek kualitas bakepok di sejumlah retail modern, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Dua pekan jelang Hari Raya Idulfitri, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pemalang melaksanakan pengecekan bahan pangan di sejumlah pasar tradisional dan retail modern. Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) yang menjadi salah satu anggota tim TPID menerangkan hingga dua pekan Ramadan ini, pihaknya tidak menemukan bahan kebutuhan pokok (bakepok) dan jajanan yang berbahaya atau kadaluwarsa yang beredar di pasaran.

Kepala Diskoperindag Pemalang Hepi Triyanto melalui Kasi Perdagangan dan perlindungan konsumen Tiyas Kusbudiarsih mengatakan, dari hasil monev di sejumlah pasar bersama TPID beberapa waktu lalu, pihaknya tidak menemukan barang pangan atau jajanan yang berbahaya. Di mana kegiatan tersebut dilakukan sebagai antisipasi penyebaran barang mengandung bahan berbahaya serta kadaluwarsa yang membahayakan kesehatan.

Baca juga:  Jelang Iduladha, Kemenag Pemalang Gelar Pelatihan Penyembelihan

“Kita pelaksanaan pada 4-5 April ini dengan forkopimda yaitu Polres, Kodim, dan Kejaksaan serta OPD terkait mengecek keamanan bakepok di sejumlah pasar dan retail modern. Alhamdulillah tidak ada temuan bahan pangan berbahaya atau kadaluwarsa yang rawan dijual oleh pedagang saat momentum hari raya nanti,” ujarnya.

Selain itu, TPID juga melaksanakan pengecekan stok serta harga bakepok. Hasilnya, sampai dua pekan Ramadan, stok dan harga bakepok masih di ambang batas wajar atau tidak ada kenaikan bahkan terjadi penurunan di pasaran.

Tias menjelaskan, hal tersebut karena tingkat konsumsi masyarakat saat Ramadan 2023 cenderung lebih rendah dibandingkan beberapa tahun belakang. Di mana dari hasil penelusurannya masyarakat saat ini lebih gemar membeli makanan siap saji di warung makan, dibandingkan bahan pangan.

Baca juga:  Anom Kembalikan Formulir di Gerindra

“Pengecekan harga yang kita lakukan setiap hari sampai kemarin belum ada kenaikan signifikan karena masyarakat lebih suka membeli makanan siap saji. Tapi tetap ada kemungkinan semua harga naik sesaat menjelang lebaran, biasanya pas pemudik dari ibu kota sudah sampai di kampung halaman jadi permintaan naik saat itu dan harga pasti naik,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Karena stok bakepok untuk hari raya dan setelahnya dijamin aman. (fan/abd)