Kudus  

Fragmen Manusia Purba akan Didisplay di Museum Patiayam

Museum Purbakala Patiayam
AMATI: Tampak salah satu pengunjung Museum Purbakala Patiayam antusias melihat koleksi yang dimiliki pihak museum, beberapa waktu lalu. (SHELA MEYLANI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Warga Patiayam menemukan sebuah fosil manusia purba pada 2017 silam. Setelah dilakukan cross check oleh Museum Purbakala Patiayam bersama Museum Sangiran, fosil tersebut berupa fragmen femur sinistra kaki kiri bagian atas homo erectus. Rencananya, fragmen tersebut akan di display di Museum Patiayam.

Petugas Museum Purbakala Patiayam, Jamin menjelaskan, fragmen tersebut di cross check oleh Museum Patiayam bersama Museum Sangiran. Karena Sangiran belum memiliki alat untuk memfiksasi apakah itu benar-benar manusia purba atau tidak, akhirnya Balai Konservasi Borobudur turut membantu.

Baca juga:  UMKU Tegak Lurus Pimpinan Pusat Soal Penarikan Dana

“Saat ini fragmennya masih di Museum Sangiran. Kita sudah mengajukan untuk ditarik kembali agar bisa di display di Museum Patiayam,” terangnya.

Meski begitu, beberapa hal masih terus dipertimbangkan. Diantaranya ruangan dan perawatan yang terstandarisasi. Kalau di Sangiran perawatan dan ruangannya sudah standar.

“Besar harapan kami bisa ditaruh disini, karena itu aset yang luar biasa. Tapi dengan catatan, harus ada penyimpana, perawatan, sarana prasarana yang layak,” paparnya.

Selain itu, di ITB juga ada fragmen tengkorak manusia yang pecah menjadi empat. Fragmen itu juga berasal dari Patiayam yang ditemukan pada 1979. Pihaknya menyampaikan, fragmen yang di ITB ini tak bisa ditarik karena sudah masuk regnas. Kalau hanya data atau replikanya masih bisa.

Baca juga:  Duta Digital Dorong Kader Segera Selesaikan RKDD

“Kalau yang di Sangiran itu bisa ditarik kembali. Kalau yang di ITB ini sudah tidak bisa. Suhu udara, kelembaban, temperaturnya itu perlu diperhatikan, itu PR kami. Kalau yang di Sangiran, itu bisa ditarik,” ungkapnya. (mey/fat)