Figur  

Kurikulum Merdeka Mampu Bentuk Karakter Murid

Dwi Prasetyo Utomo Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Undaan Tengah
Dwi Prasetyo Utomo Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Undaan Tengah. (GALANG WITAHTA/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Perlu sistem pendidikan yang inovatif dan adaptif untuk menyongsong pembangunan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. Untuk itu, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi terus menggencarkan Kurikulum Merdeka.

Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Undaan Tengah, Dwi Prasetyo Utomo mengatakan, diberlakukannya Kurikulum Merdeka baik untuk perkembangan peserta didik. Tak hanya itu, kreativitas guru juga dibutuhkan dalam menjalankan program kurikulum tersebut.

Selamat Idulfitri 2024

“Kurikulum Merdeka ini bagus untuk guru maupun siswa dan siswi. Dalam kurikulum ini, murid diberikan kebebasan untuk berkreasi hingga berfikir kritis,” terangnya.

Baca juga:  Sukses Jalani Tiga Peran

Ia mengungkapkan, terdapat perbedaan yang mendasar terkait metode belajar antara Kurikulum 2013 dengan Merdeka Belajar. Salah satunya, peran guru dalam proses belajar mengajar di kelas.

“Kalau di Kurikulum 2013 hanya guru yang menanamkan karekter-karakternya. Kalau yang Kurikulum Merdeka ini tetap ada karakter tertentu yang diproses pembelajarannya murid diberi konten untuk belajar secara mandiri,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, kurikulum yang diberlakukan cocok diterapkan untuk murid. Tetapi, kurang maksimal bagi guru yang sudah berumur 50 tahun lebih, karena harus mempersiapkan media pembelajaran.

“Tingkat pemahaman pembelajaran di sekolah kami masih dalam tahap penyesuaian. Tetapi, jika dilihat secara perkembangan, murid lebih antusias dengan kurikulum merdeka belajar ini,” ungkapnya.

Baca juga:  Dedikasi Septi Setyo Rahayu, Mengajar di Karimunjawa demi Generasi Penerus Bangsa

Dwi berpesan,  agar sekolahnya dapat diberikan guru-guru yang masih tergolong muda untuk mensukseskan kurikulum merdeka itu. “Saya berharap murid mempunyai karakter sesuai dengan perkembangannya,” harapnya. (cr3/fat)