RSJD Surakarta Gunakan MMPI untuk Tes Kesehatan Mental Bacaleg

pengecekan kesehatan di RSJD Surakarta
PERIKSA: Pasien saat melakukan pengecekan kesehatan di RSJD Surakarta, beberapa waktu yang lalu. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SURAKARTA, Joglo Jateng – Rumah sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta menerapkan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) guna mengecek kondisi kesehatan bakal calon legislatif (bacaleg). Setidaknya ada 567 pertanyaan dan wawancara dari psikiater untuk menyatakan layak tidaknya mendapatkan surat keterangan sehat mental.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medis dr. Maria Rini I., Sp.Kj, M.Kes menjelaskan, pihaknya menggunakan metode MMPI guna tes psikometri yang digunakan untuk mengukur psikopatologi orang dewasa. Tujuan dari tes ini adalah memberikan gambaran tentang dimensi-dimensi kepribadian dan psikopatologi yang penting dalam klinik psikiatri secara akurat.

“Tes MMPI berbeda dengan pemeriksaan lain. Lebih optimal mendeteksi adanya suatu kecenderungan gangguan jiwa yang mungkin muncul kalau terjadi suatu kondisi. Mereka harus mampu beradaptasi dengan cepat,” terangnya kepada Joglo Jateng, Rabu (10/5).

Menurut Maria, tes tersebut mampu mengantisipasi seorang caleg bisa menghadapi situasi apapun. Termasuk saat gagal menjadi anggota legislatif. “Jadi para partai itu ketika merekrut calon legislatif harus ada pembekalan untuk mereka sehat fisik, sehat mental. Sehingga mereka mampu mengelola kondisi psikologi,” tuturnya.

Maria menjelaskan, seorang calon legislatif harus lolos tes kesehatan mental. Sebab, sebagai wakil rakyat ia harus dalam kondisi psikologis yang sehat sehingga dapat mewakili aspirasi masyarakat.

“Kami harapkan partai mempersiapkan untuk menang dan kalah. Itulah pentingnya pemeriksaan psikologis. Ini akan menjadi calon wakil kita, jadi kita menyaratkan bahwa calon kita itu secara fisik dan mental sehat,” tegasnya.

Dengan begitu, lanjutnya, segala perilakunya mencerminkan seorang wakil rakyat yang bisa mengayomi dan melindungi hak-hak rakyat.  Partai pengusungnya juga harus mempersiapkan agar para caleg legowo apa pun hasilnya.

“Secara psikologis, mental yang sehat tidak mengalami gangguan kejiwaan. Jika lolos sebagai wakil kita, apa yang beliau sampaikan, pikirkan, perbuat mencerminkan kehendak rakyat,” pungkasnya. (cr4/gih)