Ratusan Calon Jemaah Haji Asal Sleman Diberangkatkan

Calon Jemaah Haji kloter 44 SOC asal Sleman
BERJALAN BERSAMA: Calon Jemaah Haji kloter 44 SOC asal Sleman diberangkatkan dari Masjid Agung Sleman menuju Asrama Donohudan, Senin (5/6) sore. (ISTIMEWA/ JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Ratusan calon jemaah haji (CJH) Sleman diberangkatkan ke Embarkasi Donohudan sejak Senin (5/6) sore. Diawali dari kelompok terbang (kloter) 44 Embarkasi Solo (SOC), yang dilepas langsung Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo di Masjid Agung Sleman. Kemudian, disusul Kloter 46 SOC sebanyak 360 orang diberangkatan pada Selasa (6/6) pukul 10.00.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah (Setda) Sleman Sigit Herutomo mengatakan, mayoritas jemaah haji berusia lebih dari 60 tahun. Yakni sebanyak 546 orang, dengan pengguna kursi roda sebanyak 33 orang. Sedangkan CJH usia paling muda di Sleman 18 tahun, dan usia paling tua adalah 93 tahun.

Baca juga:  Air Zam-Zam Jemaah Haji Asal Jepara Masih Tertahan di Arab Saudi

“Jemaah yang menggunakan tongkat 14 orang, yang berjalan pelan 19 orang, dan tuna netra dua orang,” terangnya.

Berbeda dari tahun sebelumnya, jumlah CJH asal Sleman yang diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah meningkat. Setidaknya peningkatan mencapai dua kali lipat dibanding tahun 2022.

Sigit menuturkan, total jemaah haji yang diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini sebanyak 1.196 orang. Jumlah itu terbagi dalam 5 kloter.

Setelah kloter 44 SOC dan 46 SOC akan dilanjutkan kloter 49 yang diikuti 42 jemaah. Rombongan itu akan berangkat Kamis (8/6) pukul 02.00. Di hari yang sama, Kloter 51 SOC dengan 360 CJH juga akan diberangkatkan pukul 08.00.

Baca juga:  600.000 Masyarakat Jepara Berlabel Haji

Sementara, Kloter 52 SOC diikuti 64 jemaah berangkat pukul 11.00. Sisanya, merupakan tambahan CJH dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dengan keberangkatan tersebar di seluruh kloter.

Keberangkatan CJH sampai ke Donohudan dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, CJH kali ini berangkat tanpa diikuti pendamping. Oleh karena itu Kustini meminta agar rombongan CJH saling kompak, bahu membahu, dan bisa membentuk kekeluargaan.

“Panjenengan semua duta Indonesia, menjadi wakil jemaah haji menjalankan rukun Islam yang kelima. Selesainya menjalankan ibadah haji nanti agar menjadi suri tauladan terbaik bagi sekitar,” pesan Kustini kepada Jamaah di Masjid Agung Sleman.

Baca juga:  Air Zam-Zam Jemaah Haji Asal Jepara Masih Tertahan di Arab Saudi

Dia juga menekankan, sekembalinya jemaah haji ke Bumi Sembada di kemudian hari, diharapkan menjadi haji yang mabrur, peka sosial, iman, dan takwa. Serta turut mendoakan sesama umat muslim yang belum bisa berhaji, agar juga bisa datang ke Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan Rukun Islam ke-5.

“Saya juga memohon kepada calon haji agar turut mendoakan kita semua, warga yang belum berangkat segera bisa berangkat. Kami juga meminta doanya agar Sleman ini menjadi kabupaten yang sejahtera, aman tenteram sentosa,” pintanya. (cr5/mg4)