SMA Negeri 3 Yogyakarta Pastikan Data Calon Siswa Akurat

PPDB SMA N 3 Yogyakarta
MELAYANI: Stand informasi PPDB SMA N 3 Yogyakarta dibuka di aula sekolah untuk memberikan kemudahan para orang tua calon siswa yang masih bingung mendaftar sekolah, Rabu (7/6/23). (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

PENDAFTARAN Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 di Daerah Istimewa Yogyakata (DIY) jenjang SMA, SMK dan SLB tahap I sudah mulai dibuka pada Selasa (6/7) lalu. SMA Negeri 3 Yogyakarta (Padmanaba) membuka jalur pertama dengan Zonasi Radius.

Koordinator PPDB Padmanaba Ichwan Aryono menjelaskan, Zonasi Radius adalah salah satu jalur pendaftaran PPDB SMA/SMK di DIY dengan kuota 5 persen dari daya tampung sekolah. Dalam pelaksanaannya sekolah harus benar-benar memastikan jarak koordinat titik sekolah dengan rumah calon peserta didik.

“Kami telah melakukan survei lokasi kevalidan data yang diberikan calon siswa kepada sekolah. Tahun ini ditetapkan jarak radius 346 meter dari titik pusat sekolah. Calon siswa yang tidak masuk atau tidak memenuhi syarat dalam seleksi zonasi radius masih bisa mengikuti jalur zonasi biasa atau zonasi reguler,” terangnya, Rabu (7/6/23).

Aturan itu berdasarkan edaran dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY. Dalam aturan tertulis syarat pedaftaran PPDB SMA/SMK Tahun 2023 melalui jalur Zonasi Radius.

Tidak hanya menyertakan kartu keluarga (KK). Sekolah harus memastikan siswa peserta PPDB bertempat tinggal sesuai domisili yang mengelilingi titik koordinat SMA/SMK. Artinya, peserta didik harus tinggal di tempat sesuai alamat dan diverifikasi oleh sekolah. Sehingga jarak rumah ke sekolah tidak boleh melebihi 346 meter.

“Kalau tahun dulu kami 300 meter. Lalu sekarang sudah dirubah menjadi 346 meter. Sebab posisi titik pusatnya juga berubah dari tahun lalu,” kata Ichwan.

Hingga saat ini, setidaknya sudah ada 16 anak yang mendaftar melalui jalur Zonasi Radius ke Padmanaba. Sedangkan kuota yang ditetapkan sekolah hanya sekitar 13 kursi.

“Berdasarkan data banyak calon siswa yang jaraknya lebih dari 346 meter melakukan pendaftaran. Maka sudah otomatis mereka gugur. Karena kita harus benar-benar mengikuti aturan yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.

Dari 16 peserta, baru empat anak yang sudah memenuhi syarat jarak yang ditentukan. Namun, untuk memastikan syarat terpenuhi, guru ikut melakukan survei lokasi, guna validasi.

“Sekali lagi kita harus memastikan apakah siswa itu benar-benar tinggal disana. Sehingga tim kami melakukan pantauan lapangan,” imbuhnya.

Ichwan berharap, agar para pendaftar paham dengan jalur yang dipilih. Karena pendaftaran ini memiliki syarat khusus dan terbatas jumlahnya.

“Semoga para pendaftar membaca informasinya dengan teliti, dan setelah diterima verifikasinya mereka juga harus mengikuti tahap-tahapnya lagi. Hingga kemudian dinyatakan diterima di SMA Negeri 3 Yogyakarta ini,” pungkasnya. (cr5/mg4)