Tingkatkan Pemahaman Pencemaran Lingkungan pada Siswa dengan STM

Oleh: Tri Puput Syariati, S.Pd.SD
Guru SDN Ngelowetan, Kec. Mijen, Kab. Demak

PEMBELAJARAN sains di sekolah dasar merupakan salah satu program pembelajaran yang bertujuan mengembangkan sikap, keterampilan, serta mengembangkan kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan dan berpikir kritis. Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat (STM) merupakan pendekatan pembelajaran yang pada dasarnya membahas penerapan sains dan teknologi dalam kehidupan manusia sehari-hari. Pendekatan ini dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara pembelajaran sains di dalam kelas dengan kemajuan teknologi dan perkembangan masyarakat yang ada di sekitar peserta didik.

Asy’ari (2006:59) mengatakan bahwa dalam pembelajaran dibutuhkan wahana yang dapat memfasilitasi tumbuhnya kesadaran siswa. Untuk itu, pembelajaran sains perlu dikaitkan dengan teknologi.

Hakikat sains adalah sebagai produk, proses, dan sikap ilmiah. STM dipandang sebagai proses pembelajaran yang senantiasa sesuai dengan konteks pengalaman manusia. Rusmansyah dalam Nurrahman (2008:1) mengemukakan bahwa STM yang diterjemahkan dari akronim bahasa Inggris science-technology-society adalah sebuah gerakan pembaharuan dalam pendidikan sains teknologi masyarakat. Jadi, STM merupakan pendekatan pembelajaran yang pada dasarnya memberikan harapan untuk menciptakan manusia yang berkualitas.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Salah satu fungsi mata pelajaran sains adalah mengembangkan kesadaran tentang adanya hubungan/keterkaitan yang sangat memengaruhi. Sehingga di dalam pembelajarannya dibutuhkan wahana yang dapat memfasilitasi tumbuhnya kesadaran tersebut. Selain itu, pembelajaran sains perlu dikaitkan dengan teknologi.

Pada dasarnya antara sains dan teknologi saling melengkapi, sangat erat satu sama lainnya. Artinya pengembangan sains dan teknologi akan menghasilkan pengetahuan dasar yang dibutuhkan untuk pengembangan teknologi.

Sementara, pengembangan teknologi dapat menghasilkan cara atau saran untuk memecahkan suatu masalah sains yang ada di lingkungan. Dari penjelasan di atas, dapat dikatakan bahwa penerapan pendekatan STM merupakan usaha untuk menjembatani atau memadukan antara sains atau ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Pendekatan STM dapat digunakan untuk membangun kesadaran siswa bahwa antara sains dan ilmu pengetahuan sosial memiliki peranan yang sama dalam kehidupan masyarakat. Pembelajaran sains lewat pendekatan STM harus berorientasi pada siswa.

Pembelajaran dengan menggunakan pendekatan STM pada dasarnya membahas penerapan sains dan teknologi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Dalam pendekatan ini siswa dikondisikan agar mampu menerapkan prinsip-prinsip sains dalam menghasilkan sesuatu yang baru atau solusi untuk mengatur dampak negatif yang akan muncul akibat munculnya produk teknologi. Dengan demikian, guru menggunakan pendekatan STM untuk menanamkan pemahaman materi dan pengembangannya untuk kemaslahatan masyarakat. Terutama dalam pembelajaran pencemaran lingkungan.

Pendekatan STM efektif untuk meningkatkan penguasaan konsep dalam diri siswa dan penerapannya di lapangan diharapkan dapat menunjukan kemampuan menerapkan konsep sains dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pembelajaran Pencemaran Lingkungan, guru menggunakan pendekatan sains teknologi masyarakat untuk menanamkan pemahaman kepada pada siswa agar pembelajaran lebih bermakna dan siswa tidak pasif dalam proses pembelajaran.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Siswa dapat menghubungkan hal-hal yang telah dipahami dengan fenomena-fenomena yang ada di lingkungannya. Sehingga siswa dapat membangun struktur kognitifnya dalam pembelajaran pencemaran lingkungan tersebut.

Penerapan sains teknologi masyrakat dalam kegitan belajar mengajar memberikan lima manfaat. Pertama, siswa mempunyai kesempatan dalam mengembang kemampuan dalam meneliti yang cukup berarti. Kedua, siswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang cukup berarti dan berguna.

Ketiga, siswa memiliki sikap sangat positif yang terus berkembang selama mereka perlukan. Keempat, siswa lebih banyak mengembangkan keahlian termasuk strategi dalam menyelesaikan soal, orisinilitas, logika, dan kemampuan untuk membedakan hubungan sebab dan akibat. Kelima, siswa dapat menghubungkan pengalaman belajarnya dengan lingkungan nyata. (*)