Wujudkan Generasi Berkarakter Pancasila di Era Peradaban Global

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraaan Rakyat Sekda Jateng, Ema Rachmawati
PAPARAN: Asisten Pemerintah dan Kesejahteraaan Rakyat Sekda Jateng, Ema Rachmawati mewakili Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menjadi keynote speaker seminar online Program Eksekutif Daerah Aku Indonesia Pancasila Sebagai Paradigma Berpikir dan Bertindak di Era Globalisasi Tahun 2023, Kamis (22/6). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggelar seminar online bertajuk “Aku Indonesia Pancasila Sebagai Paradigma Berpikir dan Bertindak di Era Globalisasi Tahun 2023”, Kamis (22/6). Adapun kegiatan ini bertujuan mewujudkan generasi yang berkarakter Pancasila di Era peradaban global saat ini.

Seminar diikuti oleh 15 ribu peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Di antaranya ASN Provinsi Jateng, ASN kabupaten/kota di Provinsi Jateng, siswa jenjang SMA di Jateng dan juga perguruan tinggi.

Plt Kepala BPSDMD Jateng, Sumarhendro mengatakan, seminar online ini secara umum bermaksud untuk menyamakan persepsi dan gerak langkah berbagi pengetahuan dan wawasan, dan juga sifat kebersamaan yang diwujudkan dalam penguatan komitmen bersama dalam menumbuhkan semangat kebangsaan. Selain itu, menumbuhkan kecintaan kepada pancasila dan implementasikan nilai-nilai pancasila sebagai perekat kesatuan dan persatuan bangsa.

Baca juga:  Minggu Pertama PPDB Inklusi di Semarang, 32 Siswa Sudah Mendaftar

“Secara khusus sebagai salah satu upaya mendukung terwujudnya generasi berkarakter pancasila untuk membangun peradaban dan menhadapi pertumbuhan global,” katanya saat menyampaikan laporan kegiatan pada seminar tersebut.

seminar Program Eksekutif Daerah Aku Indonesia Pancasila Sebagai Paradigma Berpikir dan Bertindak di Era Globalisasi Tahun 2023
SIMAK: Para peserta seminar Program Eksekutif Daerah Aku Indonesia Pancasila Sebagai Paradigma Berpikir dan Bertindak di Era Globalisasi Tahun 2023 yang diselenggaran oleh BPSDMD Jateng, Kamis (22/6).

Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mewujudkan generasi milenial sebagai agen perubahan dalam menumbuhkan peradaban global. Karena itu, para siswa SMA di Jateng dilibatkan dalam seminar ini. “Ini sebagai bentuk penguatan komitmen untuk bergotong royong membangun peradaban dan pertumbuhan global dengan mendasarkan pada nilai-nilai pancasila,” tegasnya.

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraaan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Ema Rachmawati turut memberikan keynote speaker mewakili Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Ia mengungkapkan bahwa saat ini generasi muda di Indonesia dipaksa untuk menerima trasnformasi perubahan menuju era digitalisasi dan globalisasi paska pandemi Covid-19. Di mana hal itu menyebabkan perubahan pola berfikir pada generasi muda saat ini.

Baca juga:  Antisipasi TPS Rawan Banjir, KPU Bersinergi dengan Pemkot Semarang

“Jadi yang mungkin tadinya kita agak slow respon terhadap isu globalisasi dan digitalisasi, saat ini kita dipaksa untuk menerima tranformasi dengan cepat. Inilah yang perlu kita pahami bersama bawa trasformasi digitalisasi dan globalisasi ini memang mengakibatkan ada perubahan-perubahan pola pikir. Saya sangat merasakan bagaimana gap antara kita dengan anak-anak sekarang sangat besar dalam hal berfikir,” ungkapnya.

Ema menyebut, berbedaan pola pikir ini lah yang harus disikapi dengan baik. Sehingga dapat memberikan perbandingan yang tepat untuk tetap memasukan konteks Pancasila dalam kerangka berfikir digital yang saat ini berlangsung.

“Dari sini kita membayangkan kalau generasi kita di Indonesia seperti itu, jadi pola pikir antara gen X, gen Z dan post gen Z ini sudah sangat berbeda. Tentu ini yang harus kita sikapi sebagai orang-orang tua kita juga harus bisa memahami pola pikir mereka tapi juga harus mengetahui bagaimana kerangka berpikir digital ini tetap ada dalam konteks Pancasila,” paparnya.

Baca juga:  Rapat Paripurna DPRD Setujui Perubahan Propemperda 2024

Lebih lanjut, Ema mengaku bahwa memang ada beberapa penyebab lunturnya nilai Pancasila di era global ini. Di antaranya adalah turunnya nasionalisme dan patriotisme generasi penerus bangsa kita karena banyaknya gempuran di era gobal yang bersifat negatif. Oleh karena itu, dirinya mengajak untuk bersama-sama memberikan pemahaman bahwa pancasila sebagai identitas diri dan bangsa yang tidak bisa digantikan dengan yang lain.

Sebagai informasi, seminar tersebut juga diisi oleh beberapa narasumber, di antaranya dari Badan Pmbinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Dr. Irene Camelyn Sinaga, AP, M.Pd., Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Bangsa Kesbangpol Jateng, Pradhana Agung Nugraha S.STP, MM., dan KaPus LPPM Pusat Studi Demokrasi dan Ketahanan Nasional UNS, Dr. Sunny Ummul Firdaus, SH. MH. (luk/gih)