Perhitungan Harga Pokok Produksi Berbantuan Pesanan

Oleh: Amin Prajogo, SE, MM.
Guru Kuliner SMK N 1 Purwodadi, Kab. Grobogan

PERUBAHAN kurikulum dari K-13 menjadi kurikulum Merdeka Belajar merubah paradigma pembelajaran yang menuntut guru untuk berinovasi dalam belajar mengajar dikelas. Di samping itu juga perlu utnuk memudahkan pemahaman siswa dalam menerima pembelajaran yang dulu berorentasi terhadap gurusentris diubah menjadi berorentasi kepada siswa peserta didik.

Cara mengajar pada pembelajaran produk kreatif dan kewirausahaan menjadi projek kreatif dan kewirausahaan di SMK Negeri 1 Purwodadi perlu untuk dirubah. Tujuannya agar memudahkan siswa dalam pemahaman perhitungan harga pokok produksi untuk menghitung harga pokok produksi pembuatan bolu kukus dalam kelas XI Kuliner.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Dalam perhitungan harga pokok, siswa masih bingung menentukan mana yang masuk biaya perhitungan harga pokok produksi (HPP) usaha katering boga. Berbagai cara sudah dicoba. Mulai dari observasi langsung cara pembuatan roti bolu kukus hingga mengetahui bahan baku dan peralatan.

Namun, peserta didik masih kesulitan dalam pengelompokan mana yang masuk bahan baku bolu kukus, akumulasi penyusutan peralatan, biaya tenaga kerja harus ditentukan perunit bolu kukus atau perhari kerja, dan menentukan berapa besar biaya bahan bakar yang digunakan dalam pembuatan roti bolu kukus. Sebelumnya, mereka telah mempraktekkan pembelajaran itu di laboratorium tata boga jurusan kuliner.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Untuk menjawah kegelisahan siswa dalam menghitung harga pokok produksi usaha katering roti bolu kukus, mereka perlu berlatih dalam pembuatan roti bolu kukus dan menerapkan antara teori HPP dan praktek berkal-kali selama empat hari berturut-turut. Tujuannya agar dapat tercapai hasil yang maksimal dapat dibuat roti bolu kukus dalam satu resep menjadi berapa buah roti dan muncul biaya-biaya apa saja.

Agar memudahkan persepsi siswa peserta didik, maka perlu dibuatkan jobsheet pembuatan roti bolu kukus dalam perpesanan. Tujuannya agar memudahkan pemahaman siswa peserta didik dalam menganalisis biaya yang kemungkinan terjadi dan bagaimana cara menghitung harga pokok produksi (HPP).

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa peserta didik tidak semudah dalam bayangan dan sesuai yang diharapkan. Sehingga guru harus menggunakan pembelajaran yang terdeferensiasi agar siswa tidak jenuh dalam menerima teori di kelas dan praktek di laboratorium jurusan kuliner dalam pemahaman cara menghitung harga pokok produksi secara benar dan sesuai dengan kenyataan dilapangan. Lalu menentukan harga jual dan laba yang diharapkan setelah menghitung harga pokok produksi pembuatan roti bolu kukus. (*)