Asyik Belajar Rangkaian Listrik dengan Demonstrasi Kelompok Kecil

Oleh: Devi Eka Setiyani, S.Pd. SD
Guru SDN 03 Ampelgading, Kec. Ampelgading, Kab. Pemalang

PEMBELAJARAN tentang kelistrikan, baik di jenjang sekolah dasar maupun jenjang di atasnya merupakan pembelajaran yang cukup diminati peserta didik karena belajar listrik sudah dipastikan model pembelajaran yang diterapkan adalah praktik. Dengan kegiatan praktik, siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.

Bagi sebagian besar siswa yang tinggal di daerah perkotaan, komponen listrik sederhana rangkaian seri ataupun paralel, mungkin sudah merupakan hal yang biasa. Namun, ada beberapa siswa yang tinggal di pedesaan, komponen listrik pada rangkaian seri atau paralel serta kegunaannya, mungkin masih mengalami kesulitan untuk membedakannya.

Seperti yang terjadi di kelas kami, kelas VI SDN 03 Ampelgading, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang. Ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi komponen-komponen listrik pada rangkaian listrik sederhana serta fungsinya.

Agar kebutuhan anak terlayani dengan baik, dengan kata lain siswa mengalami ketuntasan belajar secara maksimal atau lebih dari 75%, maka guru kelas VI menggunakan model pembelanjaran demonstrasi kelompok kecil. Model ini dipilih dengan tujuan agar siswa lebih fokus pada kelompoknya dalam kegiatan praktik, daripada demonstrasi kelompok besar. Penerapan model pembelajaran ini diharapkan berhasil, dibuktikan dengan hasil belajar yang meningkat dan aspek kerja sama dalam kelompok ataupun di luar kelompoknya meningkat ke arah yang lebih baik.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Menurut Syah (2000:208), metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan kegiatan. Baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.

Sedangkan menurut Majid (2014:197), metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik tentang suatu proses, situasi, atau benda tertentu. Baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan.

Langkah-langkah penerapan metode demonstrasi adalah sebagai berikut. Pertama, siswa mempersiapkan alat-alat yang diperlukan sehari sebelum pelaksanaan kegiatan praktik. Kedua, guru memberikan penjelasan kepada peserta didik tentang apa yang direncanakan dan apa yang akan dikerjakan,

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Ketiga, siswa memperhatikan guru yang mendemonstrasikan kepada anak-anak secara perlahan-lahan bagaimana membuat rangkaian listrik sederhana. Kemudian memberikan penjelasan yang cukup singkat mengenai komponen listrik dan fungsinya,

Keempat, guru meminta beberapa siswa untuk mendemontrasikan di depan kelas. Kelima, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari tiga sampai empat orang. Keenam, masing-masing kelompok kecil mempraktikkan penyusunan rangkaian listrik di kelompoknya,

Ketujuh, guru meminta kelompok kecil tersebut mempresentasikan hasil pekerjaannya secara bergantian. Lalu guru memberikan tanggapan pekerjaan kelompok kecil tersebut. Di akhir kegiatan, guru merefleksikan kembali pembelajaran pada hari itu. Kemudian siswa bersama guru menyimpulkan pelajaran dan mencatat hal-hal penting sebagai bahan belajar di rumah.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Seperti model pembelajaran lainnya, demonstrasi juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihannya antara lain menghindari verbalisme, proses belajar lebih menarik dan bermakna. Dengan mengamati dan praktik langsung, siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan.

Sedangkan Kelemahannya adalah guru harus memiliki keterampilan khusus, banyak memerlukan waktu, memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang. Selain itu adanya keterbatasan dalam sumber belajar, alat pelajaran, situasi yang harus dikondisikan, dan waktu untuk mendemonstrasikan.

Hasil akhir yang diperoleh pada penerapan metode demonstrasi kelompok kecil yaitu peningkatan hasil belajar dan perilaku siswa. Pada kompetensi tersebut, lebih dari 85% siswa mengalami ketuntasan belajar. Dari segi perilaku, siswa menjadi lebih percaya diri, disiplin dalam melaksanakan praktik demonstrasi, dan tanggung jawab terhadap pekerjaan atau tugas meningkat. (*)