Dinkes Pemalang Imbau Masyarakat Rutin Periksa Genangan Air

SEMPROT: Proses pengasapan atau fogging di salah satu desa di Kabupaten Pemalang oleh Dinkes Pemalang, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PEMALANG, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pemalang mengimbau masyarakat agar rutin melakukan pengecekan genangan air di lingkungan tempat tinggal saat kemarau ekstrem melanda yang diprediksi akan berlangsung hingga Agustus nanti. Hal ini karena pada cuaca tersebut, nyamuk Aedes Aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) lebih ganas dibanding musim sebelumnya.

Kepala Dinkes Pemalang Yulies Nuraya melalui Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Aris Gunarto mengatakan, penyebaran nyamuk tidak terbatas pada saat musim penghujan saja. Namun pada kemarau, masyarakat juga harus waspada dan tetap menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka karena di musim ini nyamuk memiliki sifat yang lebih ganas.

“Sejalan perubahan musim dengan suhu, nyamuk Dengue ini akan lebih agresif, terutama pengaruh dari suhu lingkungan yang lebih panas. Apalagi saat perubahan musim menjadi potensi besar nyamuk berkembang biak lebih cepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara genetika nyamuk ini tidak mengenal musim kawin dan tetap berkembang biak di segala musim. Namun ketika kemarau, telur nyamuk-nyamuk ini tidak mati dan tetap hidup. Hingga saat hujan datang, telur yang sebelumnya ada dapat menetas dan menjadi jentik-jentik. Untuk itu masyarakat harus waspada dan tetap menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka.

Catatan dari Dinkes Pemalang hingga triwulan III, jumlah total kasus DBD yang ada di Pemalang sebanyak 40 kasus dengan satu kasus kematian. Hal ini jauh berbanding jika di 2022, dengan total kasus 114 kasus dan lima korban meninggal dunia.

“Kalau di 2022 lalu awal tahun kita sudah banyak kasus karena musim kemarau basah melanda, dan sekarang kemarau tetap panas. Tapi tetap diperhatikan kebersihan lingkungan. Jika tidak, saat penghujan nanti akan lebih banyak nyamuk yang ada dan memperbesar angka kasus di 2023 ini,” terangnya. (fan/abd)