Pentingnya Intropeksi Diri untuk Menjadi Lebih Baik

Oleh: Dr. KH. Rofiq Mahfudz, M. Si.
Pengasuh Ponpes Arrois Cendekia Semarang dan Wakil Sekretaris PWNU Jateng

HIDUP di tengah-tengah kompleksitas sosial dengan beragam persoalan, menuntut manusia harus mampu melihat problematika hidup dengan sangat hat-hati, agar tidak terjerumus pada prilaku-prilaku hidup yang menyimpang. Selain memulai dengan peduli terhadap diri sendiri, juga ikut andil menaruh perhatian pada kehidupan sosial yang ada di sekitar.

Karena terkadang kecerebohan terhadap yang kecil bersifat negatif mengantarkan diri kita pada kerusakan. Seperti halnya ketika melihat orang lebih kaya dari diri kita terkadang sifat iri dan dengki menjadi penyakit yang menyelimuti fikrian dan hati. Mislanya lagi, mendengar tetangga kita lebih sukses daripada kita rasa-rasanya tidak ikhlas dan benci terhadapnya.

Dengan beberapa perilaku sepele inilah terkadang nilai-nilai kabaikan hilang dalam hidup. Maka, menjadi keharusan untuk dihindari, agar kita tidak terjebak pada prilaku yang bathil. Lantas apa yang menjadi motivasi diri kita untuk tetap pada jalan kebaikan? Bagaimana memposisikan kemanusiaan kita untuk mewujudkan kebaikan-kebaikan tersebut? Untuk melihat polarisasi perjalan hidup dan harapan tersebut salahtunya adalah dengan jalan intropeksi diri (muhasabah).

Agar di setiap perjalanan mampu menjadi pelajaran, dan di setiap pelajaran itulah ada ‘ibrah atau hikmah untuk meraih tangga-tangga kehidupan yang lebih baik, hal ini selaras dengan sabda Rasulullah: “Siapa saja yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang beruntung. Siapa saja yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang merugi. Siapa saja yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat (celaka).” (HR Al-Hakim).

Allah SWT mengingatkan pentingnya melakukan introspeksi diri dengan melihat apa yang telah kita lakukan pada masa lalu untuk mengahadapi masa depan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 18: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Pesan wahyu dan hadist di atas sangat jelas bahwa manusia adalah makhluk yang sangat rawan terjerumus pada hal-hal keburukan, kejelekan dan yang menjauhkan diri pada nila-nilai kebaikan. Maka, intropeksi menjadi hal yang sangat penting ada dalam diri kita. Intropeksi diri menjadi sebuah usaha untuk menggapai sebuah kebaikan dan mendedikasikan diri kedepan menjadi lebih baik. (*)