Turut Cegah Bullying, MTs N 3 Sleman Gelar Sosialisasi

Siswa-siswi MTsN 3 Sleman saat mengikuti sosialisasi Anti Bullying
SUASANA: Siswa-siswi MTsN 3 Sleman saat mengikuti sosialisasi Anti Bullying di Aula Madrasah, beberapa waktu lalu. (DOK.SEKOLAH/JOGLO JOGJA)

KASUS bullying masih kerap terjadi sampai saat ini. Padahal, proses belajar mengajar dan kultur sekolah yang kondusif, sehat, aman, dan nyaman merupakan faktor-faktor yang menciptakan keberhasilan program di sekolah.

Adanya kenyamanan di sekolah dapat mendorong siswa untuk berinteraksi dengan baik. Efeknya akan berdampak kepada kondusifitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas yang dapat meningkatkan prestasi siswa disekolah.

Sebagai upaya mengantisipasi adanya kasus bullying di madrasah, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) 3 Sleman melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di Aula Madrasah, beberapa waktu lalu. Sosialisasi itu diikuti siswa kelas 8 dan 9.

Dalam pelaksanaannya, madrasah menghadirkan beberapa narasumber dari Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Yakni Sleman Ari Prasetyo dan Mada Kartikasari. Kedua narasumber diundang karena dapat menyampaikan materi yang diinginkan oleh sekolah.

Baca juga:  Mujahadah Rutin, Harapkan Kelancaran Hadapi Ujian

Psikolog DP3AP2KB Sleman, Mada Kartikasari mengatakan, sepanjang proses perjalanan hidup, manusia tidak terlepas dari interaksi dengan orang lain lain. Sehingga adanya perkembangan interaksi sosial akan meningkat seiring bertambahnya usia.

“Pada dasarnya peningkatan perilaku pada anak sangat bergantung pada keluarga. Keluarga mempunyai peranan penting dalam mengajarkan cara berperilaku yang baik dan benar kepada buah hatinya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, jika lingkungan keluarga tidak ikut terlibat dalam perkembangan sosial individu, maka anak akan cenderung berbuat ke arah yang kurang baik. Sehingga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya bullying.

Bullying ini dapat dilakukan seseorang atau kelompok tertentu untuk menyakiti seseorang melalui fisik atau psikologis yang berpotensi membuat korban trauma dan tertekan,” terangnya.

Baca juga:  Harga Bapok Meroket, Pedagang Keluhkan Pendapatan Merosot

Sementara itu, Guru Bimbingan Konseling (BK) MTs N 3 Sleman Wiwin menyampaikan, sosialisasi yang digelar merupakan bagian dari program layanan BK Lintas Kelas. Hal itu menjadi program yang bersifat preventif atau pencegahan.

“Semoga dengan adanya program atau sosialisasi ini, anak-anak mulai bisa saling menghargai. Dan tentu saja itu juga akan berorientasi terhadap siswa agar mentalnya lebih sehat dan dapat berkomunikasi dengan lebih efektif dengan teman-temannya,” katanya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan itu, MTsN 3 Sleman berusaha untuk berpartisipasi dalam mencegah tindakan bullying pada siswa-siswinya. Mengingat, lingkungan madrasah merupakan lingkungan yang rentan terhadap bullying.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan edukasi pentingnya stop bullying dan mulai memiliki jiwa sosial. Selain itu, menunjukkan cara mencegah bullying pada anak dan meningkatkan kepedulian sosial dan membentuk sikap saling menghargai. Metode pengabdian ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan melalui pemberian edukasi,” pungkasnya. (bam/mg4)