Strategi Atasi Dampak Perubahan Iklim

Seminar nasional Pekan adaptasi perubahan iklim di kota Pekalongan
SUASANA: Seminar nasional Pekan adaptasi perubahan iklim di kota Pekalongan Jawa Tengah (20/07). (FIQI AZHAR/JOGLO JATENG)

PEKALONGAN, Joglo Jateng — Dalam upaya menyiapkan sejumlah strategi adaptasi untuk membantu masyarakat terdampak perubahan iklim, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menggandeng beberapa elemen, antara lain, organisasi dan pendanaan internasional.  Dalam hal ini, Pemkot Pekalongan juga mendapat bantuan pendanaan, misalnya pendanaan berasal dari Adaptation Fund (AF) sebesar Rp 89 miliar. Bantuan tersebut AF dibantu oleh Kemitraan.

Direktur Eksekutif Kemitraan Loade M Syarif mengatakan, ada sejumlah strategi yang sudah dan sedang dilakukan untuk membantu masyarakat setempat beradaptasi dengan perubahan iklim. Program tersebut antara lain penanaman mangrove, melatih ketrampilan menanam secara hidroponik, dan bertambak. Upaya tersebut diharapkan bisa membantu menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Iduladha

“Kami berharap masyarakat bisa beradaptasi dengan lingkungan baru,  karena pekalongan ini banyak sawah yang terendam banjir rob, sehingga petani harus ganti pekerjaan, misalnya petani hidroponik atau petambak,” ujarnya.

Baca juga:  DPMPTSP Kota Pekalongan Fasilitasi Pelaku Usaha untuk Selesaikan Permasalahan

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Laksmi Dhewanthi mengatakan, upaya meningkatkan kemampuan dan adaptasi terhadap perubahan iklim perlu dilakukan. Hal itu bertujuan untuk menciptakan masyarakat dan ekosistem terhadap risiko dan dampak perubahan iklim.

“Adaptasi merupakan pilar dalam pengendalian perubahan iklim. Untuk itu, kami fokus dengan adaptasi guna meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap berbagai dampak perubahan iklim,” katanya, pada seminar Pekan Adaptasi Perubahan Iklim di Kota Pekalongan, Kamis (20/7).

Menurutnya, ada sejumlah strategi adaptasi yang disiapkan pemerintah, yakni mengembangkan instrumen kebijakan, mengintegrasikan rencana pembangunan, dan mengatur pendanaan. Selain itu, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat tentang iklim, sehingga melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dan menerapkan teknologi-teknologi yang adaptif.

Baca juga:  DPMPTSP Kota Pekalongan Fasilitasi Pelaku Usaha untuk Selesaikan Permasalahan

Ia menambahkan, dalam melakukan adaptasi perubahan iklim, ada sejumlah tantangan yang dihadapi pemerintah, salah satunya tantangan sumber daya manusia. Namun, tantangan sumber daya manusia yang dihadapi tidak hanya dari kuantitas, tetapi juga kualitas. Untuk itu, bonus demografi yang diperkirakan bakal didapatkan Indonesia pada tahun 2045 perlu dikelola dengan edukasi dan literasi agar tidak malah menjadi beban dalam proses adaptasi.

“Tantangan lainnya adalah pendanaan. Jenis pendanaan yang kita punya relatif terbatas. Artinya, yang perlu kita upayakan adalah mekanisme pendanaan multipihak,” terangnya. (fiq/abd)

DPRD Batang