PAUD Masehi Isi MPLS dengan Kegiatan Edukatif Bagi Siswa

Siswa Baru Paud Masehi sedang menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS)
ASIK: Tampak Siswa Baru Paud Masehi sedang menjalani masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada tahun ajaran baru, belum lama ini. (GALANG WITAHTA/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Masehi kembali menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tahun ajaran 2023/2024 ini. Agenda tersebut berlangsung mulai Senin (17/7) hingga berakhir pada Kamis (20/7) lalu.

Kepala PAUD Masehi, Agustin Ratna Ayuningsih menjelaskan, MPLS merupakan langkah awal sebelum anak didik secara rutin menjalani kegiatan belajar mengajar setiap harinya. Pada kesempatan itu, mereka memberikan kegiatan yang bersifat edukatif kepada para peserta didik baru.

“Kegiatan yang ada di MPLS kita sifatnya mengedukasi siswa beserta orang tuanya. Dan itu kami rasa cukup menyenangkan buat mereka. Dari situ, anak-anak mampu mengenali ekosistem sekolah dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru di sekolahnya,” terangnya.

Baca juga:  Tim PPK Ormawa HIMATIKA UMK Gelar Pelatihan Budidaya Hidroponik Melon

Tak hanya itu, materi MPLS sekolah juga diisi dengan kegiatan yang tidak membuat jenuh atau membosankan. Mereka mengadakan kegiatan bermain dan belajar bersama dengan orang tua mereka. Seperti, mendengarkan cerita, melompat di lingkaran, hingga bernyanyi bersama.

Dirinya menyatakan tegas menjamin tidak akan melakukan praktik-praktik yang tidak pernah dibenarkan. Diantaranya, seperti tindakan kekerasan, perploncoan, hingga tindakan bullying di sekolah pada masa MPLS ini.

“Tidak ada tindakan kekerasan seperti itu. Bahkan kami benar-benar menekankan pendidikan karakter kepada anak, seperti beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa, hingga mengasihi teman kelasnya,” ungkapnya.

Baca juga:  Transparan, Ini Belasan Pelamar JPT Pratama Pemkab Kudus yang Lolos Administrasi

Dengan demikian, para siswa akan terbiasa untuk selalu rendah hati, maupun rajin memberdayakan kegiatan yang positif lainnya. Seperti, gotong royong membersihkan mainan di kelas bersama temannya.

Agustin berharap, peserta didik baru dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan tempat belajar yang baru. Dengan demikian, mereka tidak akan sedih lagi kala ditinggal oleh para orang tuanya. (cr3/fat)