Tingkatkan Wawasan Sejarah Generasi Muda Melalui LCC

Kepala Bidang Sejarah, Permuseuman, Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Bantul Kun Ernawati
PAPARAN: Kepala Bidang Sejarah, Permuseuman, Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Bantul Kun Ernawati tengah memberikan sambutan pada pembukaan LCC, Selasa (24/7/23). (HUMAS/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Bantul mengadakan lomba cerdas cermat (LCC) yang diikuti kelas XI dari 34 sekolah tingkat SMA/SMK/MA, secara serentak pada Senin (24/7). Yang dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Kalurahan Argodadi, Kalurahan Singosaren dan Kalurahan Pendowoharjo.

Dari seluruh peserta di tiga lokasi tersebut, akan dipilih lima kelompok peserta terbaik untuk mengikuti fase final pembekalan LCC sejarah pada Agustus 2023. Peserta terpilih akan mewakili Bantul dalam LCC sejarah tingkat provinsi DIY, yang akan digelar pada 5 September mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto, melalui Sekretaris Dinas Kebudayaan Slamet Pamuji mengatakan, dengan kemajuan media dan teknologi informasi, generasi muda cenderung lupa tentang sejarah yang seharusnya diingat. Oleh karena itu, penting bagi para pelajar didorong dan termotivasi terus mempelajari sejarah.

Baca juga:  Jelang Popda DIY, Disdikpora Bantul Jaring Atlet Pelajar Terbaik

“Bangsa yang hebat adalah bangsa yang tidak pernah berhenti belajar dari sejarah, dan selalu menganggap sejarah sebagai kunci penting dalam kehidupan untuk membentuk masa depan. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami sejarah dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sejarah, Permuseuman, Bahasa dan Sastra Dinas Kebudayaan Bantul Kun Ernawati menjelaskan, tujuan utama diselenggarakan lomba LCC ini untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Melalui pemahaman sejarah lokal dan bangsa, serta memberikan edukasi pentingnya memiliki rasa cinta tersebut.

“Selain itu, juga untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait sejarah lokal sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sejarah bangsa. Kemudian, melalui lomba ini, masyarakat akan lebih mengenal pahlawan bangsa, lagu nasional dan memahami pentingnya sejarah lokal dan nasional,” tuturnya.

Baca juga:  IBI Bantul: Masih Banyak Bidan Belum Sejahtera

Adapun materi yang digunakan sebagai bahan perlombaan antara lain bersumber dari pelajaran Sejarah Indonesia kelas X dan XI. Termasuk juga Sejarah Lokal DIY dan beberapa kebudayaan Indonesia.

Sedangkan, Kepala Seksi Sejarah dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Bantul Devi Puspitasari mengharapkan, agar pelajar dapat mendorong tingkat kompetitif di lingkup sekolah mereka. Serta, memperluas wawasan dengan melihat prestasi dari sekolah lainnya.

“Oleh karena itu, penting bagi mereka agar mengikuti lomba ini dengan sportif dan adil. Selain untuk ajang kompetisi, ini juga berperan sebagai sarana pembelajaran sejarah yang menarik dan menghibur bagi para peserta.” ungkapnya.(cr11/sam)