SDN Karangmulyo Beri Pemahaman Pentingnya Adab melalui MPLS

penerbangan balon cita-cita di halaman SDN Karangmulyo
TERBANG: Prosesi penerbangan balon cita-cita di halaman SDN Karangmulyo, Selasa (25/7/23). (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

SEKOLAH Dasar Negeri (SDN) Karangmulyo melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada 10 hingga 25 Juli kemarin. Tema yang diambil dalam kegiatan ini adalah Adab Dulu Baru Ilmu.

Kepala SDN Karangmulyo, Wastini mengatakan, MPLS kali ini berbeda dari tahun sebelumnya karena dilakukan selama 10 hari untuk siswa kelas 1. Sementara untuk siswa kelas 2 hingga 6 dilaksanakan selama 3 hari.

“Tujuan MPLS itu supaya membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memperkenalkan mereka pada teman sekelas dan guru. Serta memberikan pemahaman awal tentang aturan dan kegiatan di sekolah,” ungkapnya ketika diwawancarai Joglo Jogja, Selasa (25/7/23).

Baca juga:  Sikapi dengan Bijak Tradisi Perayaan Kelulusan Siswa

Ia menjelaskan, para siswa baru juga diperkenalkan pada aturan dan norma-norma di sekolah. Meliputi jadwal pelajaran, tata tertib kelas, tata cara istirahat, dan prosedur keamanan.

“Orang tua juga dapat ikut terlibat dalam sesi ini untuk memastikan siswa baru memahami dan mematuhi aturan-aturan tersebut,” imbuh Wastini.

Siswa kelas 4 SDN Karangmulyo saat melakukan pentas seni
TAMPIL: Siswa kelas 4 SDN Karangmulyo saat melakukan pentas seni di halaman sekolah.

Selain itu, kata dia, siswa akan diajarkan unggah ungguh, agar mereka tetap meneladani budaya Jawa. Termasuk agar para murid dapat bersikap sopan, baik kepada guru maupun sesama teman.

“Kita ajarkan tata krama seperti ketika di depan guru jangan langsung lari namun bilang monggo sambil menunduk. Supaya sesuai dengan adat dan tradisi Yogyakarta yang ada,” tuturnya.

Baca juga:  Program Padat Karya Ciptakan Jalan Baru dan Tingkatkan Ekonomi Lokal di Bantul

Dalam penutupan MPLS yang berlangsung kemarin, semua anak menampilkan kreasi seni untuk sekaligus memperingati Hari Anak Nasional. Mereka juga melakukan pelepasan balon cita-cita yang telah dibuat sebelumnya.

“Seluruh siswa kita ajak untuk menulis cita-cita apa yang dimilikinya yang nantinya di tempelkan di balon itu supaya apa yang diingikan dapat terwujud,” demikian kata Wastini. (riz/mg4)