Kudus  

Hartopo Tebar 10 Ribu Benih Ikan Nila Hitam

Bupati Kudus Hartopo bersama FPRB, mitra BPBD
PULIHKAN: Bupati Kudus Hartopo bersama FPRB, mitra BPBD, menebar benih ikan nila hitam di Kolam Balong, Jumat (28/7). (KOMINFO KUDUS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dampak musibah banjir masih dirasakan oleh pengelola Kolam Balong Sangkal Putung, Desa Kesambi, Mejobo. Meskipun banjir telah surut, ikan air tawar yang ada di kolam tinggal sedikit. Padahal, Kolam Balong menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Desa (PADes).

Bupati Kudus Hartopo bersama Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), mitra BPBD, menebar 10 ribu benih ikan nila hitam di Kolam Balong, Jumat (28/7). Pihaknya menyatakan, benih ikan ini sebagai stimulan untuk pemulihan ekonomi pascabencana.

“Bantuan benih ikan nila ini untuk pemulihan bencana setelah bencana banjir beberapa waktu lalu,” paparnya.

Baca juga:  Harlah ke 101, PCNU Kudus Launching Buku Praksis Moderasi Beragama

Usai ditebar, Hartopo mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bantuan sebaik-baiknya. Benih yang telah ditebar harus dibudidayakan terlebih dahulu sebelum diambil untuk dikonsumsi.

“Setelah ini jangan langsung diambil ya ikannya. Ditunggu dulu paling tidak enam bulan lagi, baru boleh diambil,” terangnya.

Melihat potensi wisata yang besar, Hartopo meminta Pemerintah Desa Kesambi proaktif mengembangkan Kolam Balong. Ke depan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk menambah embung di sekitar lokasi kolam. Sehingga, lahan bisa lebih produktif.

“Lahan di sini ini kan lahan tidur. Nantinya kalau ada embung saya harap ada pengembangan lebih luas lagi untuk wisata,” paparnya.

Baca juga:  Masyarakat di Kecamatan Gebog Utamakan Perbaikan Infrastuktur

Sementara itu, Kepala Desa Kesambi Mochamad Masri menyatakan memiliki masterplan kawasan Kolam Balong menjadi wisata edukasi. Masri merancang adanya playground dan agrowisata untuk menambah PADes. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus.

“Kami sudah ada masterplan. Untuk realisasinya akan kami koordinasikan dengan Disbudpar,” terangnya.

Kepala BPBD Kudus Mundir menjelaskan benih nila diberikan sebagai pemulihan bencana banjir. Sebelumnya, bantuan lewat corporate social responsibility (CSR) perusahaan berupa benih ikan juga telah diserahkan kepada Pemerintah Desa Payaman.

“Bantuan ini dari CSR perusahaan yang diberikan ke Pemdes Kesambi. Beberapa waktu lalu juga ada bantuan benih ikan nila untuk Pemdes Payaman,” ucapnya. (hms/fat)