Pusatkan Kota Lama sebagai Lokasi Rakernas X JKPI

BERWISATA: Pengunjung berpose di kawasan Cagar Budaya Nasional Kota Lama Semarang, beberapa waktu lalu. (ANTARA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pemerintah Kota Semarang (Pemkot) akan memusatkan tempat wisata Kota Lama sebagai lokasi Rakernas X Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2023. Semarang akhirnya terpilih sebagai tuan rumah setelah setahun sebelumnya Rakernas JKPI diadakan di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mengukapkan, terpilihnya Kota Semarang sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan. Mengingat, event ini bisa menjadi sarana best practice dan saling berbagi ilmu.

“Selain itu juga sebagai pengalaman dalam mengelola kawasan cagar budaya di kota atau kabupaten masing-masing. Tema yang diangkat Pesona Pusaka Warisan Budaya Indonesia sebagai Pengikat Keberagaman Budaya dalam Bingkai Nusantara,” ucapnya kepada Joglo Jateng saat konferensi pers di Lobby Wali Kota, Balai Kota Semarang, Selasa (8/8/23).

Baca juga:  Baznas Komitmen Dorong Pengentasan Kemiskinan di Jateng

Lebih lanjut, lokasi pelaksanaan Rakernas X JKPI tahun 2023 akan diselenggarakan terpusat di Kawasan Kota Semarang lama. Diketahui, sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tingkat nasional pada tanggal 12 Agustus 2020 lalu.

“Kami akan terus berupaya mendorong Kota Semarang kepada UNESCO sebagai status penetapan diakui sebagai warisan dunia atau world heritage menjadi agenda pembahasan seminar internasional JKPI yang berlangsung di Kota Lama,” jelasnya.

Adapun rangkaian acara yang akan diberlangsungkan pada tanggal 22 – 26 Agustus mendatang di antaranya pembukaan pameran dan bazar, rakernas. Kemudian seminar internasional JKPI, pentas seni budaya, ladies program, heritage tour, kirab budaya, dan penutup.

Baca juga:  Diduga Palsu, Pemprov Jateng Anulir Nilai Piagam 69 Siswa di PPDB Jateng 2024

“Nanti juga akan ada atraksi-atraksi, tarian atau budaya dari masing daerah selama tiga hari. Nah malam tanggal 23 Agustus 2023 ada kirab budaya dari depannya Marba Spiegel sampai ke titik nol kilometer (Kota Lama Semarang, Red.),” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengundang sejumlah para narasumber tingkat internasional maupun nasional. Salah satunya dari UNESCO.

“Lalu ada ketua presidium JKPI, Dewan pakar JKPI dan 78 kepala daerah serta delegasi seni budaya daerah anggota JKPI,” katanya. (cr7/mg4)