ASN Pemkot Yogyakarta Wajib Terapkan Mbah Dirjo

Pj Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo
Pj Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo. (RIZKY ADRI KURNIADHANI/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya untuk menerapkan gerakan Mengolah Limbah dan Sampah dengan Biopori Ala Jogja (Mbah Dirjo). Nantinya, para ASN juga diwajibkan untuk melakukan edukasi di lingkungan sekitarnya.

Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo mengutarakan, gerakan tersebut tidak hanya menyasar masyarakat. Tapi juga seluruh karyawan di lingkungan Pemkot Yogyakarta. Setiap karyawan, lanjutnya, diminta untuk membuat pengolahan sampah organik lewat metode biopori di rumah tangga masing-masing.

“Instruksi tersebut telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta tertanggal 2 Agustus 2023. Selain itu mereka juga diwajibkan memberikan edukasi ke tetangganya untuk melakukan gerakan serupa,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Pemkot Yogyakarta Beri Bantuan Hukum Gratis untuk Warga Miskin

Singgih mengklaim gerakan Mbah Dirjo mampu mengurangi produksi sampah harian sebanyak 30 persen. Jika program ini berjalan masif di lingkungan warga masyarakat, dirinya optimis produksi limbah organik harian mampu ditekan secara optimal.

Itu bukan jumlah yang sedikit, karena mencapai angka 60 ton, mengingat saat ini Yogyakarta menghasilkan 200 ton sampah perhari. Padahal, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan hanya sanggup menampung 100 ton sampah saja perhari, dan hanya sampah dari Kota Yogyakarta.

“Sampai saat ini sudah cukup banyak daerah yang menerapkan metode Mbah Dirjo ini. Saya sempat meninjau Kampung Balapan, Klitren, yang hampir seluruh warganya rata-rata memiliki pengelolaan sampah mandiri metode biopori,” pungkasnya. (riz/mg4)