UNICIMI Ajak Remaja Cegah Kekerasan Seksual

KKN Mahasiswa Universitas Cendekia Mitra Indonesia (UNICIMI)
BERPOSE: Foto bersama usai acara Psikoedukasi di Padukuhan Mantup, Kelurahan Baturetno, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (12/8). (HUMAS/JOGLO JATENG)

BANTUL, Joglo Jateng – Mahasiswa Universitas Cendekia Mitra Indonesia (UNICIMI) mengadakan psikoedukasi dengan tema Pencegahan Kekerasan Seksual di kalangan remaja melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN PPM). Kegiatan ini merupakan kolaborasi mahasiswa dengan ibu-ibu PKK di wilayah Padukuhan Mantup, Kelurahan Baturetno, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta.

“Saat ini sangat marak sekali kasus kekerasan seksual di Indonesia, sehingga kami terbesit untuk mengadakan acara psikoedukasi ini. Terlebih di padukuhan ini banyak sekali remaja,” ujar Ketua Penyelenggara Psikoedukasi UNICIMI Ridwan, Sabtu (12/8).

Baca juga:  Sri Sultan Tekankan Pejabat Baru Mampu Manfaatkan Momentum

Sementara itu, Kepala Dukuh Mantup Suryani mengatakan, pihaknya merasa bangga karena kegiatan ini dinilai positif untuk remaja. Terlebih di padukuhan ini masih sangat minim kegiatan-kegiatan untuk remaja.

“Apalagi untuk pengetahuan terkait dengan pendidikan seksual, yang sebagian dianggap masih tabu. Semoga kegiatan ini bisa dilaksanakan lagi. Saat ini di padukuhan juga mulai digalakkan posbindu untuk remaja, setelah sebelumnya yang sudah berjalan lancar untuk balita dan lansia. Dengan harapan agar kondisi kesehatan remaja lebih terpantau lagi,” ungkapnya.

Psikoedukasi ini dihadiri oleh sekitar 25 Anak yang memasuki usia remaja 10-14 tahun. Dengan pembicara Azizah Nur Arifah Awali, yang merupakan pengajar di program studi Psikologi UNICIMI. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan remaja bisa terhindar dari kekerasan seksual yang saat ini marak terjadi.

Baca juga:  Siswi MTsN 4 Bantul Sabet Juara 3 Lomba Geguritan Tingkat Provinsi

Pada kegiatan ini, anak diajak untuk bisa lebih peduli terhadap perubahan-perubahan yang ada pada diri masing-masing. Meliputi perubahan secara fisik, emosi, dan dari sisi pola pikir.

Setelah peserta menyadari perubahan yang ada pada dirinya, peserta diajak untuk bisa bertanggung jawab atas diri masing-masing. Dijelaskan pula  bagaimana cara bersosialisasi yang sehat, di mana remaja usia ini sudah mulai merasakan ketertarikan dengan lawan jenis, yang mana hal ini sangat rentan adanya perilaku negatif, sehingga perlu dipahamkan bagaimana batasan-batasan pergaulan bersama dengan lawan jenis. (hms/abd)