Edukasi Kosakata Panca Indera dengan Educandy untuk Siswa Sekolah Dasar

Oleh: M Ristiti Dian Anggraeni, S.Pd.
Guru SD N 01 Karangtengah, Kec. Ampelgading, Kab. Pemalang

MEDIA pembelajaran merupakan alat bantu yang berfungsi untuk menjelaskan sebagian dari keseluruhan program pembelajaran yang sulit dijelaskan secara verbal (Musfiqon, 2012). Dengan kata lain, suatu media pembelajaran dapat digunakan sebagai media utama yang digunakan untuk keseluruhan proses pembelajaran atau sebagai pelengkap. Ketika seorang guru dapat memahami hubungan antara proses kognitif dan media seperti apa yang sesuai dengan karakteristik lingkungan tertentu, maka secara tidak langsung dapat menentukan media apa yang harus dibuat digunakan dalam pembelajaran.

Proses belajar mengajar di sekolah tidak hanya sekedar penyampaian materi, seperti yang dilakukan seorang guru kepada peserta didik. Sesuai dengan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka pada proses belajar mengajar, peserta didik dituntut untuk belajar aktif. Berdasarkan tuntutan dan peran tersebut, seorang guru harus bisa membuat inovasi pada proses pembelajaran. Sehingga guru bisa menguasai kelas dan peserta didik juga bisa belajar aktif dan mandiri.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Menurut Unesco (2006), terjadi beberapa fase perkembangan media. Di antaranya disebabkan oleh perkembangan teknologi, perkembangan ekonomi, perkembangan sosial, dan globalisasi. Media pembelajaran dari tahun ke tahun mengalami perkembangan.

Dari realita yang ada, kurangnya pengetahuan guru akan media pembelajaran interaktif menyebabkan pembuatan dan pengembangan media pembelajaran berlangsung kurang maksimal dan tidak inovatif. Padahal, guru harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional pendidikan agar dapat menjalankan tugas fungsi dan perannya. Yakni sebagai seorang pendidik yang mampu menghasilkan peserta didik menjadi manusia yang berilmu dan memiliki keterampilan-keterampilan tertentu. Seperti keterampilan merencanakan dan melaksanakan proses belajar mengajar.

Menjamurnya sekolah yang bermutu rendah memberikan suatu isyarat bahwa guru profesional hanyalah sebuah wacana yang belum terealisasi secara merata dalam seluruh lembaga pendidikan yang ada di Indonesia. Hal ini terjadi karena guru dipilih berdasarkan nilai kelulusan dan sertifikasi yang dimiliki tidak melihat skill, keterampilan, dan kompetensi mengajar.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Hal yang sering terjadi adalah guru hanya memberikan atau menyampaikan pengetahuan, namun tidak memberi kesempatan feed back atau umpan balik dari siswa. Sehingga menyebabkan terjadinya kurangnya interaksi antara guru dan peserta didik. Oleh karena itu, perlu dikembangkan media pembelajaran interaktif. Yakni game Educandy dan video animasi.

Game Educandy dibuat dengan website Educandy. Sedangkan video animasi dibuat dengan menggabungkan pemanfaatan aplikasi Kine Master dan Animaker. Dengan adanya media pembelajaran interaktif ini, siswa diharapkan dapat belajar secara mandiri dan tidak merasa bosan saat pembelajaran.

Video animasi ini berisi penjelasan materi pembelajaran, yakni materi Pengenalan Kosakata Anggota Tubuh dan Panca Indra beserta Fungsi dan Cara Perawatannya. Video animasi dibuat dengan menggunakan dua aplikasi, yakni Kine Master dan Animaker.

Baca juga:  Guru Bangun Kepercayaan Diri pada Siswa Korban Bullying

Animaker digunakan untuk membuat background dan tokoh karikatur serta efek dari pergantian slide. Sedangkan Kine Master digunakan untuk mengedit secara keselurahan dengan melanjutkan hasil edit pada animaker. Kemudian menggabungkan hasil editing pada aplikasi Animaker dengan hasil editing pada aplikasi Kine Master, menambahkan suara, teks dan gambar untuk penjelasan materi. Lalu mengedit lagu anak yang berjudul Kepala Pundak Lutut Kaki dan Dua Mata Saya, serta mengaitkan gerak mulut tokoh kartun dengan lagu anak tersebut. Proses penyelesaian editing video animasi dilakukan dengan menggunakan aplikasi Kine Master.

Selanjutnya adalah game Educandy yang berada pada website www.educandy.com. Game ini digunakan sebagai latihan bagi peserta didik setelah mendapatkan materi yang telah disimak pada video animasi. Dalam permainan game Educandy, ada berbagai permainan yang dapat membuat peserta didik merasa tertarik, senang, dan tidak bosan saat pembelajaran berlangsung. (*)