Membangun Budaya Karakter Siswa Sekolah Dasar dengan Pendekatan PJOK

Oleh: Heti Kusihatini, S.Pd.SD
Guru PJOK SD N 2 Gedong, Kec. Patean, Kab. Kendal

DI   sekolah,   pengembangan   pembentukan   karakter   dapat   diintegrasikan   dalam pembelajaran semua mata pelajaran. Salah satunya adalah pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK). PJOK pada dasarnya adalah proses pendidikan yang menggunakan aktivitas fisik untuk menimbulkan perubahan besar pada kualitas individu. Baik secara fisik, mental maupun emosional.

Sebagai substansi, PJOK merupakan sarana yang mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran. Kemudian penghayatan sikap spiritual-emosional-olahraga-spiritual-sosial, serta pembiasaan pola hidup sehat yang merangsang pertumbuhan dan perkembangan seimbang jasmani dan rohani (Santosa, 2016:1).

PJOK menggunakan aktivitas fisik untuk menimbulkan perubahan holistik pada karakteristik individu. Baik fisik, mental maupun emosional, untuk mengembangkan pribadi   seutuhnya (Bafirman, 2008).

Berdasarkan observasi pembelajaran di SDN 2 Gedong, masih terdapat beberapa siswa yang kurang percaya diri dan kurang memiliki rasa tanggung jawab. Contohnya ketika selesai melakukan kegiatan praktik olahraga masih terdapat beberapa siswa yang  enggan  mengembalikan  peralatan  olahraga  yang  baru  saja  digunakan  untuk  praktik, sesuai  dengan  jadwal  piket  yang  telah  disepakati  bersama.

Permasalahan tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai peran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dalam membangun karakter Siswa SDN 2 Gedong. Beberapa  nilai-nilai  karakter  yang  dapat  dibangun  melalui  mata  pelajaran  PJOK, nilai karakter kerja sama dapat dibangun  melalui  permainan  beregu  ketika  pembelajaran  PJOK.

Nilai  karakter  disiplin  ditanamkan  dalam pembelajaran  PJOK  melalui  aturan  dalam  permainan.  Kemudian nilai karakter peduli lingkungan ditanamkan terkait dengan materi PHBS dengan pembiasaan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Upaya guru PJOK dalam menanamkan nilai-nilai karakter adalah melalui pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan. Baik di dalam maupun di luar jam pembelajaran PJOK.  Guru PJOK menguatkan penanaman nilai karakter siswa saat aktivitas.

Pembelajaran  PJOK  berlangsung  dengan selalu  mengingatkan  siswa  untuk  mematuhi  aturan-aturan  permainan guna membangun nilai karakter disiplin, jujur, sportif, bertanggung jawab. Sementara, ketika permainan beregu guru mengingatkan siswa untuk menjalin kerja sama yang baik. Sehingga mendukung penanaman nilai karakter peduli sosial, gotong royong, dan tolong menolong.

Guru  PJOK  juga  berupaya  menanamkan  nilai-nilai  karakter melalui  budaya  sekolah guna  mendukung  pembiasaan  baik dalam diri siswa.  Selain itu guru PJOK juga selalu berupaya dekat dengan siswa agar siswa merasa nyaman. Sehingga apabila terdapat siswa yang memerlukan bimbingan atau arahan guru lebih mudah untuk melakukan pendekatan terhadap siswa yang bersangkutan.

Penerapan nilai-nilaikarakter pada siswa kelas 5A SD Negeri Tegalrejo 1 yang tercermin berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Di antaranya adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, peduli sosial, peduli lingkungan, rasa ingin tahu, dan bertanggung jawab.

Penerapan nilai-nilai karakter tersebut terlihat ketika siswa sedang melakukan pembelajaran PJOK maupun ketika diluar jam pembelajaran PJOK. Kesimpulannya, pembelajaran  PJOK  sangat  mendukung  upaya  membangun  karakter  dalam  diri  siswa melalui aktivitas-aktivitas pembelajaran yang dilakukan.

Upaya guru PJOK dalam menanamkan nilai-nilai karakter  di SDN 2 Gedong Kecamatan Patean Kendal adalah  melalui pembiasaan-pembisaan yang  dilakukan  ketika  pembelajaran  PJOK  berlangsung  maupun ketika  diluar jam pelajaran PJOK  yang  didukung  dengan  budaya  sekolah. Selain itu guru PJOK juga   melakukan pendekatan khusus    dengan    siswa    yang    dirasa masih memerlukan bimbingan tertentu.

Penerapan nilai-nilai karakter pada siswa SDN 2 Gedong yang tercermin berdasarkan hasil observasi dan wawancara di antaranya adalah sikap religius, jujur, toleransi, disiplin, peduli sosial, peduli lingkungan, rasa ingin tahu, dan bertanggung jawab. Penerapan nilai-nilai karakter tersebut terlihat ketika siswa sedang melakukan pembelajaran PJOK maupun ketika diluar jam pembelajaran PJOK. (*)