Figur  

Menempa Diri di PMII Hingga Menjadi Wakil Rakyat

Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara, Nur Hidayat
Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara, Nur Hidayat. (MUHAMMAD AGUNG PRAYOGA/JOGLO JATENG)

Pencapaian yang saat ini didapatkan Nur Hidayat merupakan berkat berproses di organisasi mahasiswa (Ormawa) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Kini dirinya mampu menjadi Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara.

Menurutnya, pembangunan karakter, keorganisasian, analisis sosial, maupun aksi pembelaan terhadap masyarakat terpinggirkan ditempa sejak masuk di PMII. Saat itu, dirinya beranda Akademi Teknologi Industri Kayu (ATIKA – kini UNISNU Fakultas Saintek) pada 1998.

Tidak hanya itu, ia mengaku, di mana pun berada pihaknya berjanji untuk menjaga masyarakat lewat parlementer dan non-parlementer dengan jiwa ahlussunah wal jamaah (Aswaja). Sehingga gerakan yang diambil tidak keluar dari tri motto PMII.

Baca juga:  Percaya Perempuan Bisa Jadi Pemimpin

“Senior yang gulowentah dan PMII jadi condrodimuko untuk membangun saya selama ini. Aksi memihak orang tertindas namun berhaluan aswaja. Jadi, dzikir, fikir, dan amal saleh yang dijalankan,” papar Nur Hidayat kepada Joglo Jateng.

Berangkat dari hal itu, setelah menjadi anggota dewan pada 2016, dirinya dapat mengimplementasikan di ranah parlementer. Yaitu dengan pengawasan dan penganggaran dari regulasi maupun kebijakan yang pro dengan rakyat.

Adapun, bagi Nur Hidayat, gerakan yang dilakukan dalam parlemen juga bernilai ibadah. Sehingga, pengawalan kebijakan krusial dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat dapat menghasilkan pahala.

Baca juga:  Ide Budaya Wayang bawa Kayla Juara Nasional

“Karena di PMII diberikan beragam pengetahuan, skill, dan jejaring, dapat dimanfaatkan di kursi parlemen. Artinya dapat digunakan untuk mengawal kebijakan semaksimal mungkin. Beragam manfaat yang diperoleh,” terangnya.

Pihaknya berpesan kepada sejumlah kader PMII, khususnya Jepara untuk tetap berdarah biru dan kuning (warna organisasi PMII). Kemudian, menanamkan dalam semangat juang PMII di jiwa, agar roh idealisme tetap terjaga. (cr2/fat)