Terapkan 5 Hari Sekolah, Tingkatkan Komunikasi Ortu & Anak

BERCENGKRAMA: Siswa-siswi MTs N 8 Sleman saat melakukan aktivitas hariannya di halaman sekolah, belum lama ini. (DOK.SEKOLAH/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia telah mengeluarkan kebijakan sekolah lima hari. Salah satu tujuan aturan itu, disebutkan sebagai upaya untuk memperkuat pendidikan keluarga.

Dengan kebijakan tersebut, orang tua dan anak diharapkan memiliki banyak waktu luang berinteraksi dengan anaknya pada Sabtu dan Minggu. Aturan itu termaktub dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bahkan, Surat Keputusan serupa telah dikeluarkan, dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Nomor 407 tentang Pelaksanaan Hari Sekolah Bagi Madrasah di DIY. Aturan itu, saat ini, sudah terbit dan dijadikan pijakan untuk memberlakukan lima hari sekolah.

Baca juga:  Mahasiswa UGM Kembangkan Batako Enviroblock dari Sampah Plastik

Mengindahkan aturan terkait kebijakan lima hari belajar itu, menjadi salah satu dasar bagi MTsN 8 Sleman menerapkan lima hari sekolah. Sekolah ini sudah melaksanakan program itu sejak 1 Agustus lalu.

Kepala MTs N 8 Sleman Agus Sholeh mengatakan, aturan lima hari belajar bagi siswa sebagai salah satu upaya untuk memperkuat pendidikan keluarga. Orang tua dan anak diharapkan memiliki banyak waktu luang berinteraksi dengan anaknya pada hari Sabtu dan Minggu.

“Bagaimanapun juga keluarga dapat mengembangkan karakter anak. Keluarga menjadi pilar utama untuk menentukan kesuksesan anak setelah di luar jam sekolah,” katanya, Senin (14/8/23).

Baca juga:  160 CGP Bantul Dinyatakan Lolos dan Siap Menuju Transformasi Pendidikan

Agus menambahkan, libur di hari Sabtu sangat pas untuk keluarga. Hal itu karena siswa akan memiliki waktu lebih untuk berkumpul dengan keluarga. Sehingga, akan ada interaksi dan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

Waktu yang lebih longgar menjadikan keluarga dapat mengembangkan karakter anak di rumah. Keluarga menjadi pilar utama untuk menentukan kesuksesan anak setelah di luar jam sekolah.

“Karena meski orang tua sibuk, namun anak perlu diperhatikan dengan baik. Orang tua harus berupaya lebih gigih menjalin komunikasi dengan tujuan membentuk karakternya,” tambahnya.

Baca juga:  Warga Diminta Selektif Pilih Angkutan Wisata

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Muhammad Arwani Munib menambahkan, berlakunya lima hari sekolah menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Terlebih dalam memformulasikan pembelajaran pada jam-jam kritis.

Tak hanya itu, kebijakan sekolah lima hari dinilainya baik demi meningkatkan mutu pendidikan. Dengan begitu, guru memiliki banyak waktu untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

“Dengan begitu, guru mempunyai waktu lebih saya yakin akan dapat meningkatnya kualitas pembelajaran. Tentu ini bukan perkara mudah bagi guru, karena harus mencari kemasan yang menarik bagi siswa dalam menstransfer ilmu dalam lima hari tetapi dengan beban mengajar yang sama dengan enam hari,” pungkasnya. (bam/mg4)