Targetkan Renovasi SDN Sawit Rampung dalam 120 Hari

gedung SDN Sawit yang tengah dalam tahap renovasi
RENOVASI: Kondisi gedung SDN Sawit yang tengah dalam tahap renovasi yang ditargetkan rampung selama 120 hari kedepan. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja Renovasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sawit direncanakan akan selesai dalam 120 hari. Hal ini sesuai dengan target yang telah ditentukan, bahkan diupayakan mampu selesai secepatnya.

Kepala SDN Sawit, Ardhian Herdapermana menyampaikan, dalam waktu empat bulan setelah jadwal kerja dimulai, diupayakan sudah selesai pengerjaannya. Bahkan, pihaknya mengharapkan bisa lebih cepat dari target yang telah ditentukan.

“Semakin cepat proses renovasi, akan lebih baik. Sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terhambat,” tuturnya.

Menurutnya, kerusakan atap sudah mulai tampak sejak 2021 lalu, dengan kondisi sudah melengkung. Untuk mengantisipasi bahaya yang terjadi, di awal 2022 ruang kelas yang mengalami kerusakan mulai dikosongkan.

Baca juga:  BPS DIY Catatkan Penurunan Ekspor pada April 2024

“Januari 2022 mulai dikosongkan. Proses pengajaran dialihkan ke gedung sebelah yang masih bagus. Sedangkan, proses renovasi dimulai pada 17 Juli lalu. Dengan bagian-bagian yang diganti, yaitu konstruksi rangka atap dan pintu,” jelasnya.

Sedangkan, untuk genteng direnovasi sebanyak 50 persen, serta sebagian lagi memanfaatkan genteng lama yang masih layak pakai. Selain itu, juga ada penambahan jendela baru.

Pihaknya juga memaparkan, pernah ada tawaran dari masyarakat sekitar agar proses belajar mengajar dialihkan ke gedung PKK setempat. Namun, pihak sekolah memikirkan resiko lain, yang mungkin saja dapat membahayakan.

Baca juga:  SMP Joko Tingkir Siap Jadi Sekolah Unggulan

“Pernah ditawari untuk dialihkan ke gedung PKK, tapi kami mempertimbangkan resikonya. Takutnya, karena kondisinya dekat jalan raya, anak-anak tidak bisa di kontrol,” tuturnya.

Dengan demikian, pihaknya memanfaatkan ruang kelas yang masih dalam kondisi baik dan mensiasati dengan memberikan sekat pada ruangan. Maka, satu ruangan dijadikan dua ruang kelas.

“Sejauh ini kondusif. Anak-anak juga merasa tidak terganggu, meskipun sedang ada renovasi. Soal bunyi-bunyi sebab pembangunan pun tidak terlalu mengganggu KBM,” tutupnya.(cr13/sam)