Kendal  

Berkolaborasi dengan Mahasiswa KKN UIN Walisongo, Desa Cepokomulyo Raih Juara 1 Lomba Lingkungan Sehat

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 75
BERHASIL: Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 75 membawa penghargaan juara 1 lomba Lingkungan Sehat di tingkat Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal yang diraih Desa Cepokomulyo, Kamis (17/8/2023). (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KENDAL, Joglo Jateng – Desa Cepokomulyo berhasil meraih penghargaan juara 1 dalam lomba Lingkungan Sehat di tingkat Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal yang diumumkan pada upacara Kemerdekaan Indonesia ke-78 di Lapangan Desa Pamriyan, Kamis (17/8/2023).

Keberhasilan ini menjadi sumber kebanggaan tidak hanya bagi warga Cepokomulyo, tetapi juga para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Posko 75 yang turut berperan dalam upaya pencapaian prestasi ini.

Lomba Lingkungan Sehat di tingkat kecamatan Gemuh Kendal merupakan ajang bergengsi yang menilai komitmen dan kerja keras masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan.

Desa Cepokomulyo berhasil menunjukkan komitmen dan kerja sama yang luar biasa antara warga desa dan mahasiswa KKN UIN Walisongo posko 75.

Lomba tersebut digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal pada 31 Juli 2023.

Cepokomulyo berhasil menyisihkan 15 desa lainnya yang ikut serta dalam lomba tersebut.

Dalam lomba ini, Cepokomulyo menampilkan berbagai macam kreasi ecobrick yang terbuat dari botol plastik bekas.

Kreasi tersebut sangat unik dan menarik seperti kursi, meja, pot bunga, dan lainnya.

Kepala Desa Cepokomulyo, Coyo Nurmulyo mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh desanya.

Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras dari seluruh warga desa dan mahasiswa KKN UIN Walisongo posko 75.

“Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ungkap Coyo.

Ecobrick yang dihasilkan oleh desa Cepokomulyo ini menjadi solusi inovatif dalam mengurangi dampak sampah plastik terhadap lingkungan.

Keterlibatan aktif warga desa, terutama pelajar dan ibu rumah tangga bersama mahasiswa KKN dalam pembuatan ecobrick menciptakan sinergi positif dalam upaya pelestarian lingkungan.

Dr. Hamdan Husein Batubara, M.Pd.I., selaku Dosen Pembimbing Lapangan mahasiswa KKN UIN Walisongo posko 75 juga turut merasa bangga dengan pencapaian mahasiswanya dan warga Cepokomulyo.

“Kesuksesan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pendidikan tinggi dan masyarakat dapat menciptakan dampak nyata dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan inovasi,” ujar Hamdan.

Pencapaian Desa Cepokomulyo ini menjadi inspirasi bagi komunitas di tingkat kecamatan Gemuh Kendal dan daerah lainnya untuk aktif berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan serta menciptakan solusi kreatif untuk mengatasi permasalahan lingkungan.

Melalui prestasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang sehat semakin meningkat, dan langkah-langkah positif dalam pelestariannya semakin bertambah. (*/mg4)