UMKM  

Riska Tak Menyangka Jadi Salah Satu Finalis Teknopreneur Kendal

RAMAH: Riska Febya saat membuka stand di event UMKM di Kendal, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

MEMILIH menjadi seorang pengusaha muda setelah keluar dari pekerjaan kantoran dilakoni Riska Febya (23). Tak sia-sia, owner dari Bakso Bakar Mbah Yono itu menjadi salah satu finalis lomba Teknopreneur Kabupaten Kendal. Walaupun belum lama berdiri, usaha yang masuk dalam kategori UMKM tersebut berhasil bersaing mengalahkan puluhan finalis lainnya.

Riska bercerita bahwa usaha yang namanya terinspirasi dari sosok ayahnya ini berdiri pada 2018 saat dirinya mulai masuk bangku perkuliahan. Meski demikian, ia mengaku baru fokus menekuninya pada saat memilih untuk resign dari pekerjaan kantornya di 2022, hingga akhirnya dapat menghasilkan omzet jutaan rupiah seperti saat ini.

Baca juga:  Racik 3 Varian Rasa Sambal Favorit Orang Terdekat

“Jujur saya tidak menyangka dapat masuk dalam nominasi 5 besar Kompetisi Wirausaha Muda Pemula Teknopreneur Kabupaten Kendal, karena usaha Bakso Mbah Yono ini baru berdiri. Setelah saya putuskan resign, saya membuka usaha ini. Karena tidak ada pengalaman di dunia FnB (food and beverage), saya pribadi harus mendalaminya dengan ikut seminar juga pelatihan sampai bisa di titik ini,” terangnya, Selasa (22/8/23).

Perempuan kelahiran Kendal tersebut mengaku motivasi utamanya mengikuti lomba tersebut adalah untuk bahan evaluasi dan perbaikan. Karena para dewan juri pastinya memberikan kritik dan saran membangun untuk kemajuan pengusaha, agar mampu berkembang.

Baca juga:  Racik 3 Varian Rasa Sambal Favorit Orang Terdekat

Meskipun terlihat sangat lancar menjalani usaha, Riska tetap memiliki banyak kendala. Salah satunya pada saat mulai membangun usaha. Ia mengaku mempunyai pribadi yang perfeksionis sangat sulit memulai, karena semua yang dilakukan harus sesuai dengan rencana yang dibuat. Hal itu menjadi tantangannya untuk terus maju.

“Resep yang dibuat itu bukan sekali jadi bisa enak, tapi harus melakukan proses RnD (riset and development) berkali-kali trial and error sampai akhirnya mendapatkan rasa yang sesuai. Jadi untuk teman-teman yang ingin membuat usaha juga, jangan hanya rencana saja tapi harus langsung praktek, lewati prosesnya walaupun ada gagalnya juga,” tuturnya.

Baca juga:  Racik 3 Varian Rasa Sambal Favorit Orang Terdekat

Lebih lanjut, selain membuka outlet penjualan utama di Jalan Dewi Sartika, Dusun Sudagaran, Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Riska juga melakukan penjualan langsung di tempat-tempat keramaian atau event tertentu di daerahnya. Sebagai langkah promosi ia juga membuat konten di akun instagram @baksobakar.mbahyono untuk menarik masyarakat membeli bakso bakarnya. (fan/gih)