MAN 5 Sleman Ajarkan Membuat Kokedama untuk Tingkatkan Kreativitas Siswa

SENANG: Siswa kelas X MAN 5 Yogyakarta saat melakukan pembuatan Kokedama di halaman sekolah, beberapa waktu lalu. (DOK.SEKOLAH/JOGLO JOGJA)

DALAM penyelenggaraan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5P2RA), kelas X Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman malakukan pembuatan kokedama. Kegiatan itu dilakukan untuk melatih kreativitas siswa.

Kepala MAN 5 Sleman Akhmad Mustaqim mengatakan, dalam kegiatan P5P2RA, siswa kelas X melakukan pembuatan kokedama atau teknik budidaya tanaman asal Jepang. Yakni dengan cara menggantung tanaman dalam bola tanah yang dibungkus oleh akar.

“Seperti namanya, seni menanam dari Jepang ini memanfaatkan lumut yang dipadatkan, lalu dibentuk bulat layaknya bola sebagai pembungkus media tanam. Dari bahannya yang unik itu kokedama sering mendapat julukan si bola lumut penghias rumah,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (23/8/23).

Baca juga:  Program Padat Karya Ciptakan Jalan Baru dan Tingkatkan Ekonomi Lokal di Bantul

Dalam melakukan pembuatan itu, para siswa diminta untuk membawa bahan dan alat dari rumah. Di antaranya tanah, kompos, sabut kelapa, benang serat kecil, benang serat besar, dan tanaman hias berukuran 20-30 cm.

Adapun pembuatannya diawali dengan mencampurkan pupuk kompos dan tanah dengan perbandingan satu banding tiga. Kemudian beri air secukupnya sehingga dapat dibuat gumpalan menyerupai bola. Setelah itu belah bola tanah jadi dua bagian, dan letakkan tanaman di tengah bola tanah dan jadikan satu kembai belahannya.

Setelah itu tempelkan sabut kelapa yang sudah disuwir atau dibuat seratan pada bagian luar bola tanah. Lanjut kencangkan sabut kelapa dengan menggunakan benang serat kecil. Pasang benang serat besar secara melintang memutari bola sabut kelapa, dan kokedama bisa digantungkan atau cukup diletakkan di atas wadah tanpa pot.

Baca juga:  Dewan Desak Pemda Bantul Lebih Proaktif soal Pasar

“Pemeliharaan kokedama cukup dengan direndam di air selama 5 menit setiap satu minggu sekali, disemprot air tiga hari sekali,” terang Akhmad.

Dalam kegiatan itu, para siswa dibimbing oleh para guru. Mereka belajar tentang teknik membentuk bola tanah, memilih tanaman yang cocok, serta cara merawat kokedama dengan benar.

“Kegiatan ini tidak hanya sekadar aktivitas kreatif. Tetapi juga merupakan wujud nyata dari upaya kami untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin ke dalam pendidikan,” demikian kata Akhmad. (riz/mg4)